Ketika Laptop rusak saya lebih banyak menggunakan waktu untuk nonton televisi.Salah satu stasiun televisi yang menarik perhatian saya adalah...

Ketika Laptop rusak saya lebih banyak menggunakan waktu untuk nonton televisi.Salah satu stasiun televisi yang menarik perhatian saya adalah Akhyar TV. Rata – rata disetiap siaran yang ditayangkan oleh Akhyar TV selalu menampilkan sosok Lelaki yang bernama Adi Hidayat Lc, MA.

Yang paling menarik buat saya ketika pertama kali nonton aksi Adi Hidayat Lc, MA dalam berdakwah adalah Beliau sangat hapal Posisi atau letak Ayat Al – Quran dan Nomor hadist.

Kalau sekedar hapal Ayat Al – Quran dan Hadist, saya tidak begitu heran sebab saya maklum karena beliau adalah seorang Ustadz dan Pendakwah.

Siapa Itu Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA ?


Tapi kalau ternyata hapal juga posisi Ayat Al – Quran dan Nomor – nomor hadist, saya pikir itu adalah sebuah keistimewaan tersendiri, sebab jumlah hadist itu sangat banyak dan beliau hapal, itu yang membuat saya salut bin kagum.

Berawal dari rasa kagum dan salut inilah saya mulai mencari data – data diri tentang siapa sebenarnya sosok Adi Hidayat Lc, MA ini ?

Dari berbagai informasi yang saya himpun, maka saya dapatkan beberapa data – data penting dari situs www.akhyar.tv, yaitu :

“ Adi Hidayat, Lahir di Pandeglang, Banten, 11 September 1984.

Beliau memulai pendidikan formal di TK Pertiwi Pandeglang tahun 1989 dan lulus dengan predikat siswa terbaik. Kemudian melanjutkan pendidikan dasar di SDN Karaton 3 Pandeglang hingga kelas III dan beralih ke SDN III Pandeglang di jenjang kelas IV hingga VI. Di dua sekolah dasar ini beliau juga mendapat predikat siswa terbaik, hingga dimasukan dalam kelas unggulan yang menghimpun seluruh siswa terbaik tingkat dasar di Kabupaten Pandeglang.

Dalam program ini, beliau juga menjadi siswa teladan dengan peringkat pertama. Dalam proses pendidikan dasar ini, Adi Hidayat kecil juga disekolahkan kedua orang tuanya ke Madarasah Salafiyyah Sanusiyyah Pandeglang. Pagi sekolah umum, siang hingga sore sekolah agama. Di madrasah ini, beliau juga menjadi siswa berprestasi dan didaulat sebagai penceramah cilik dalam setiap sesi wisuda santri.

Tahun 1997, beliau melanjutkan pendidikan Tsanawiyyah hingga Aliyah (setingkat SMP-SMA) di Ponpes Darul Arqam Muhammadiyyah Garut. Ponpes yang memadukan pendidikan Agama dan umum secara proporsional dan telah mencetak banyak alumni yang berkiprah di tingkat nasional dan internasional. Di Ponpes inilah beliau mendapatkan bekal dasar utama dalam berbagai disiplin pengetahuan, baik umum maupun agama. Guru utama beliau, Buya KH. Miskun as-Syatibi ialah orang yang paling berpengaruh dalam menghadirkan kecintaan beliau terhadap al-Qur’an dan pendalaman pengetahuan.

Selama masa pendidikan ini beliau telah meraih banyak penghargaan baik di tingkat Pondok, Kabupaten Garut, bahkan Propinsi Jawa Barat, khususnya dalam hal syarh al-Qur’an. Di tingkat II Aliyah bahkan pernah menjadi utusan termuda dalam program Daurah Tadribiyyah dari Univ. Islam Madinah di Ponpes Taruna al-Qur’an Jogjakarta. Beliau juga seringkali dilibatkan oleh pamannya KH. Rafiuddin Akhyar, pendiri Dewan Dakwah Islam Indonesia di Banten untuk terlibat dalam misi dakwah di wilayah Banten.

Beliau lulus dengan predikat santri teladan dalam 2 bidang sekaligus (agama dan umum) serta didaulat menyampaikan makalah ilmiah “konsep ESQ dalam al-Qur’an” di hadapan tokoh pendidikan M. Yunan Yusuf. Tahun 2003, beliau mendapat undangan PMDK dari Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang bekerjasama dengan Univ. al-Azhar Kairo, hingga diterima dan mendapat gelar mahasiswa terbaik dalam program ospek. Tahun 2005, beliau mendapat undangan khusus untuk melanjutkan studi di Kuliyya Dakwah Islamiyyah Libya yang kemudian diterima, walau mesti meninggalkan program FDI dengan raihan IPK 3,98.

Di Libya, Adi Hidayat muda belajar intensif berbagai disiplin ilmu baik terkait dengan al-Qur’an, Hadits, Fiqh, Ushul Fiqh, Tarikh, Lughah, dan selainnya. Kecintaannya pada al-Qur’an dan Hadits menjadikan beliau mengambil program khusus Lughah Arabiyyah wa Adabuha demi memahami kedalaman makna dua sumber syariat ini. Selain pendidikan formal, beliau juga bertalaqqi pada masyayikh bersanad baik di Libya maupun negara yang pernah dikunjunginya. Beliau belajar al-Qur’an pada Syaikh Dukkali Muhammad al-‘Alim (muqri internasional), Syaikh Ali al-Liibiy (Imam Libya untuk Eropa), Syaikh Ali Ahmar Nigeria (riwayat warsy), Syaikh Ali Tanzania (riwayat ad-Duri). Beliau juga belajar ilmu tajwid pada Syaikh Usamah (Libya). Adapun di antara guru tafsir beliau ialah syaikh Tanthawi Jauhari (Grand Syaikh al-Azhar) dan Dr. Bajiqni (Libya), sementara Ilmu Hadits beliau pelajari dari Dr. Shiddiq Basyr Nashr (Libya).

Dalam hal Ilmu Fiqh dan ushul Fiqh di antaranya beliau pelajari dari Syaikh ar-Rabithi (mufti Libya) dan Syaikh Wahbah az-Zuhaili (Ulama Syiria). Beliau mendalami ilmu lughah melalui syaikh Abdul Lathif as-Syuwairif (Pakar bahasa Dunia, anggota majma’ al-lughah), Dr. Muhammad Djibran (Pakar Bahasa dan Sastra), Dr. Abdullâh Ustha (Pakar Nahwu dan Sharaf), Dr. Budairi al-Azhari (Pakar ilmu Arudh), juga masyayikh lainnya. Adapun ilmu tarikh beliau pelajari di antaranya dari Ust. Ammar al-Liibiy (Sejarawan Libya). Selain para masyayikh tersebut, beliau juga aktif mengikuti seminar dan dialog bersama para pakar dalam forum ulama dunia yang berlangsung di Libya.

Di akhir 2009 beliau diangkat menjadi amînul khutabâ, ketua dewan khatib jami Dakwah Islamiyyah Tripoli yang berhak menentukan para khatib dan pengisi di Masjid Dakwah Islamiyyah. Beliau juga aktif mengikuti dialog internasional bersama para pakar lintas agama, mengisi berbagai seminar, termasuk acara tsaqafah Islâmiyyah di channel at-tawâshul TV Libya.

Awal tahun 2011 beliau kembali ke Indonesia dan mengasuh Ponpes al-Qur’an al-Hikmah Lebak Bulus. Dua tahun kemudian beliau berpindah ke Bekasi dan mendirikan Quantum Akhyar Institute, yayasan yang bergerak di bidang studi Islam dan pengembangan dakwah. Pada November 2016, beliau bersama dua sahabatnya Heru sukari dan Roy Winarto mendirikan Akhyar TV sebagai media dakwah utama. Kini, Ustadz Adi Hidayat aktif menjadi narasumber keagamaan baik ta’lim, seminar, dan selainnya. Beliau juga giat mengukir pena dan telah melahirkan karya dalam bahasa Arab dan Indonesia kurang lebih sebanyak 12 karya.

1. Minhatul Jalil Bita’rifi Arudil Khalil (tahun 2010)
2. Quantum Arabic Metode Akhyar (tahun 2011)
3. Ma’rifatul Insan: Pedoman Al-Qur’an Menuju Insan Paripurna (tahun 2012)
4. Makna Ayat Puasa, Mengenal Kedalaman Bahasa Al-Quran (tahun 2012)
5. Al-Arabiyyah Lit Thullabil Jami’iyyah (tahun 2012)
6. Persoalan Hadist-hadist Populer (tahun 2013)
7. Ilmu Hadist Praktis (tahun 2013)
8. Tuntunan Praktis Idul Adha (tahun 2014)
9. Pengantin As-Sunnah (tahun 2014)
10. Buku Catatan Penuntut Ilmu (tahun 2015)
11. Pedoman Praktis Ilmu Hadist (tahun 2016)
12. Manhaj Tahdzir Kelas Eksekutif (tahun 2017)

“ ( sumber www.akhyar.tv ).

Saya termasuk tipe orang yang tidak cepat tanggap akan maksud dan tujuan Allah SWT menitipkan sebuah sebuah masalah atau Ujian di dalam sebu...

Saya termasuk tipe orang yang tidak cepat tanggap akan maksud dan tujuan Allah SWT menitipkan sebuah sebuah masalah atau Ujian di dalam sebuah kejadian atau perestiwa yang saya alami.

Kesimpulan dari 3 Perestiwa Nyata Yang Pernah Saya Alami


Mungkin dengan leletnya atau tidak cepat tanggapnya saya inilah sehingga Allah SWT berkali – kali mengirimkan sebuah perestiwa Nyata kepada saya, agar saya mengerti maksud dan TujuanNYA.

1. Salah Satu Anggota Keluarga Kerasukan JIN

Saya tidak pernah berharap ataupun pernah menyangka kalau salah satu anggota keluarga kami dirasuki oleh JIN, bukan satu kali kejadiannya namun sudah beberapa kali.

Sehingga kamipun panik dan berusaha mencari ustadz terdekat yang bisa membantu menghilangkan gangguan tersebut dengan cara di ruqyah secara syar’iyyah.

Dan Alhamdulillah berkat pertolongan Allah SWT, melalui Pak Ustadz yang sudah meruqyahnya, Jin yang masuk ke dalam salah satu anggota keluarga kami tersebutpun keok ,tidak berani masuk lagi dan yang bersangkutan menjadi pulih kembali kesehatannya.

Apa yang dibacakan oleh Pak Ustadz, ketika meruqyah ? Tidak lain adalah Ayat – Ayat Suci Al – Quran.

Dahsyatnya ternyata Ayat – ayat Al – Quran menjadi solusi dalam setiap masalah yang kita hadapi, salah satu contohnya adalah menjadi solusi ketika Satu Anggota Keluarga Kerasukan JIN, itu poin yang saya dapat dari perestiwa tersebut.

2. Laptop Modal Ngeblog Rusak Mendadak

Entah mengapa si Laptop yang selalu saya gunakan untuk menulis artikel rusak mendadak, padahal baru ditinggalkan beberapa menit ke dapur dan ketika saya temui sudah shutdown.

Pusing bin pening sewaktu melihat kenyataan tersebut.

Betapa tidak pusing, sebab saya harus pesiun dini untuk menulis artikel dirumah ditambah lagi biaya servicenya lumayan mahal dan saya belum ada uang untuk memperbaikinya.

Di sela – sela waktu menganggur yang seharusnya saya gunakan untuk menulis artikel, saya iseng mencari – cari channel terbaru ditelevisi.

Dan kemudian iseng – iseng nonton channel Akhyar Tivi, di acara tayangan Akhyar tivi tersebut saya nonton ceramah Ustadz Adi Hidayat LC, MA.

Di acara Akhyar Tivi tersebut yang saya tangkap adalah Ustadz Adi Hidayat, LC MA, mengajarkan tentang Al – Quran dan Al Hadist.

Poin yang paling melekat diingatan saya dari tontonan yang di tayangkan oleh Akhyar.tv adalah dorongan atau motivasi dari Ustadz Adi Hidayat, LC MA untuk menghafalkan Al – Quran dan cara – cara agar mudah menghafalnya serta Ganjaran Pahalanya ketika di Akhirat Kelak.

3. Perkataan Orang Tua

Sewaktu Ayah saya masih sehat dan beberapa Minggu sebelum beliau di Panggil Oleh Allah SWT, beliau pernah mengatakan sebanyak dua kali bahwa “ Al – Quran terjemahan yang pernah saya beli dahulu dipinjam oleh Kakak Ipar saya “.
Sayapun mengiyakan.Dalam hati saya mengatakan “ biarlah kakak Ipar saya yang memakainya, toh saya masih ada Al – Quran lain walau tidak ada terjemahannya “.

Saat tulisan ini dibuat Al – Quran terjemahan tersebut sudah saya ambil, karena saya menangkap isyarat bahwa saya harus menggunakan Al – Quran terjemahan tersebut.

Poin dari perestiwa ini adalah saya harus membaca Al – Quran sekaligus membaca terjemahannya, agar mudah mengambil sisi petunjuk dari terjemahannya.

Kesimpulan :

Kalau saya rangkai dari ketiga perestiwa yang saya alami, Allah SWT seperti memberi isyarat kepada saya untuk :

1. Membaca dan memahami Al – Quran 
2. Menghafalkan Al – Quran
3. Menggunakan Al – Quran sebagai Petunjuk / solusi dalam kehidupan.

Sungguh kejadian atau perestiwa yang menurut saya sangat sempurna dari apa yang saya alami. Sebab Al – Quran terjemahannya ada sehingga mudah di fahami, Cara menghafalnya sudah diterangkan Oleh Ustadz Adi Hidayat LC, MA berserta Pahalanya dan Contoh Manfaatnya sudah saya lihat dan rasakan sendiri.

Di tulisan kali ini, jujur saya bukan bermaksud untuk pamer, akan tetapi saya ingin mendorong, mengajak dan menyarankan ke pada para pembaca tulisan ini untuk bersegeralah membaca, memahami, menghafalkan dan mengamalkan isi Al – Quran, mumpung kita masih diberikan Oleh Allah SWT kesehatan dan kehidupan.

Di tulisan ini juga saya ingin para pembaca mencoba melihat dari sisi positif dari setiap perestiwa yang dialami, mungkin saja Allah SWT bermaksud untuk memberi petunjuk atau hidayah. Dan jika sudah mendapat petunjuk atau hidayah maka rangkulah petunjuk dan hidayah tersebut, karena jika petunjuk atau hidayah tersebut kita abaikan, maka belum tentu suatu saat kita akan mendapatinya kembali.

Jujur saja tulisan ini bukanlah untuk menggurui karena saya bukan Guru atupun Ustadz,melainkan hanya untuk berbagi pengalaman saja. Jika ada kesalahan mohon dimaafkan.

Jauh hari sebelum Ayahku meninggal dunia pada tanggal 23 Juli 2018, entah mengapa mata dan pikiranku selalu terbayang akan penampakan bender...

Jauh hari sebelum Ayahku meninggal dunia pada tanggal 23 Juli 2018, entah mengapa mata dan pikiranku selalu terbayang akan penampakan bendera hijau tua di depan rumah Orang Tuaku.

Bendera yang berwarna Hijau tua ditempatku melambangkan ada orang yang sudah meninggal dunia.Kalau di tempat lain dilambangkan dengan bendera berwarna kuning.

PENGALAMAN : Ketika Firasat, Rasa Cemas, Dan Fakta Menjadi Satu

Penampakan ini sering terjadi ketika saya sedang mengunjungi orang tua ku semasa beliau masih sehat. Terus terang saja penampakan tersebut sering membuat saya cemas, namun saya tidak ungkapkan kepada orang lain.Khawatir anggota keluarga tersugesti dan menjadi sedih.

Hingga kemudian pada tanggal 24 Juni 2018, Ayahku menjadi sakit dan harus dirawat inap selama 7 hari. Selama dirawat inap inilah Ayahku sudah banyak berpesan dengan kami, salah satunya adalah untuk tidak meninggalkan Shalat Lima Waktu.

Terus terang saat beliau berpesan tersebut rasa cemas dan firasat buruk dialam pikiran dan hati saya bercampur aduk. 

Apalagi ketika melihat porsi makan dan tenaga beliau yang sudah mulai berkurang, kesedihan pun sulit hilang dari hati.
Sehari setelah pulang dari Rumah sakit ketika sedang duduk santai, beliau berpesan dengan saya untuk mengurusi adik saya yang paling bungsu dan agar antara kami adik beradik selalu akur.

Jujur saja ketika beliau berpesan seperti itu ada sebuah perasaan cemas mengelayuti dihati, namun saya coba tepis sebisa mungkin dengan berpikiran positif.

Dan di hari – hari selanjutnya kesehatan Ayah saya pun menurun, dan segala upaya medis dan non medispun diupayakan guna untuk memulihkan kesehatan Ayah saya.
Namun Allah SWT berkehendak lain, tepat tanggal 23 juli 2018 ayah saya di panggil oleh Allah SWT.

Selamat Jalan Ayahku, Semoga Allah SWT menempatkan Ayah di Tempat Yang Mulia, baik di alam Kubur maupun di Syurga Kelak.Amin 

Semoga Allah SWT, selalu mengalirkan pahala – pahala dari Ilmu – ilmu yang bermanfaat yang pernah Ayah torehkan sewaktu masih hidup. Amin

Semoga Allah SWT, selalu mengalirkan pahala – pahala dari Amal Jariyah yang pernah Ayah buat sewaktu masih hidup. Amin

Semoga kami anak – anakmu menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang diberi kemampuan serta kemudahan untuk selalu mendoakan segala kebaikan untuk Ayah.Amin

Ketika saya main kerumah teman, saya lihat ia sedang sibuk dengan sesuatu, saya pikir ia sedang memperbaiki sesuatu di dapurnya. Tapi kok ...

Ketika saya main kerumah teman, saya lihat ia sedang sibuk dengan sesuatu, saya pikir ia sedang memperbaiki sesuatu di dapurnya.

Tapi kok saya lihat ada sebuah pedang samurai yang tergeletak, apa ia nyampi jadi tukang service pedang samurai ? Yang jelas bukan.

Sebab dari omelannya saya jadi tahu kalau ia sedang sibuk berburu seekor Kalajengking yang kebetulan masuk ke dalam kamarnya.


Pengalaman Bantu Teman Membunuh Kalajengking ( Ukurannya Cukup Besar )


Iya. Kalajengking tersebut memang keluar dari kamar menurut penuturan teman saya itu.Pikiran saya pun menjadi melayang Ke pendapat Orang Pintar, kalau Jin sering menampakan diri dalam wujud Kalajengking.

Huhhh…serem campur Es dogan takut, sebab Kalajengkingnya juga terbilang besar dari ukuran yang sering saya lihat, sebesar Kaki jempol orang dewasa dan warnanya hitam ke hijau – hijauan.

Kalajengking dengan ciri – ciri seperti itu sangat membahayakan sekali, tapi bisa membuat kaya raya juga kalau punya ratusan ribu ekor, sebab bisanya bisa laku milyaran rupiah perliter ( kata berita yang saya baca, hehehe.. ).

Awalnya ia iseng menaburkan garam ke kamar belakangnya, sehingga tak lama kemudian berlarilah seekor Kalajengking ke dapurnya.

Karena teman saya memiliki Pedang Samurai, maka si Kalajengkingpun dihajarnya dengan senjata tajam tersebut.
Namun si Kalajengking malahan berlari ke belakang kulkas.
Antara hidup dan mati si Kalajengking tersebut terjepit di bawah kulkas.

Karena teman saya takut, maka saya coba – coba sok memberanikan diri untuk mengeluarkan si Kalajengking tersebut.

Dan…huppp….!! Si Kalajengkingnya saya tarik ke luar dari bawah kulkas dengan menggunakan sapu lidi.

Ternyata si Kalajengkingnya ternyata sudah mati, jadi sangat aman ketika dibawah keluar rumah.

Kurang puas untuk menghabisi si Kalajengking, akhirnya teman saya itu memutuskan untuk membakarnya.

Baca Juga :

Di Dunia nyata saya lebih banyak berteman dengan orang – orang yang suka bersikap Egois. Itu loh “ orang – orang yang selalu mementingkan ...

Di Dunia nyata saya lebih banyak berteman dengan orang – orang yang suka bersikap Egois.

Itu loh “ orang – orang yang selalu mementingkan diri sendiri, “ ( menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ).

Menurut id.wikipedia.org : 

“ Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. “

“ Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. “ 
Istilah lainnya adalah "egois". Lawan dari egoisme adalah altruisme. “

Pengalaman Hadapi Teman Yang Bersikap Egois


Kalau saya flash back, sepertinya saya dari kecil memang sudah dekat dan banyak bergaul dengan orang – orang dari golongan Egois ini.

Sungguh sebuah keanehan yang patut saya syukuri , sebab saya betah berteman dengan  orang dengan tipe seperti itu ( padahal aslinya dibetah-betahkan saja, hahaha ), pun sebaliknya mereka juga betah bersama saya.

Mungkin inilah cara Tuhan agar orang – orang Tipe Egois ini memiliki teman dari kalangan non Egois, seperti saya.( uhuk – uhuk ).

Kalau dipikir –pikir dan dirasakan dengan hati, sosok orang yang Egois ini betul – betul Mahluk yang nyebelin, ngeselin, mau menang sediri, salah jadi benar, benar jadi salah, suka monopoli dan  kalau tidur bareng siap – siap saja bantal atau selimut kalian akan direbutnya.

Kalau sikap mereka itu sedang kumat - kumatnya , rasanya lebih enak membayangkan mereka itu sedang sibuk di dalam Neraka alias di azab dari pada harus adu mulut, karena ujung – ujungnya malah tenaga  kita yang tekor dan masalah tak kelar – kelar.

Seiring waktu berjalan, lama – lama saya pun mulai mengerti bagaimana harus bersikap untuk menghadapi Si Oknum yang Egois ini :

Diantaranya :

- Jangan Patahkan Bicaranya Dengan Pukulan Yang Keras

Namanya orang yang Egois, bicaranya saja pasti tidak mau kalah, salah dibuat benar, benarpun dibuat salah. Pokoknya maunya si Orang Egois ini adalah ucapannyalah  yang menang dan harus dituruti.Betul – betul bikin makan hati kalau sikapnya sedang seperti itu.

Jika sedang terjebak disituasi “ Perang Kalimat “ seperti itu, biasanya saya hanya akan mengeluarkan beberapa kalimat saja, namun harus betul – betul logis dan disampaikan secara lemah – lembut, agar si Egois tidak tambah egois. 

Tapi sebelumnya jangan langsung diucapkan kalimatnya, melainkan biarkan dia dahulu yang berbicara sampai habis, setelah itu baru kita sampaikan apa yang ingin kita sampaikan.

- Menangkan Hatinya
- Jangan Gunakan Lisan untuk Mengajarinya Tapi gunakan tindakan/perbuatan
- Sedikit mengalahlah, ( Mengalah untuk menang, walau bikin makan hati,hahahah ).

# Maaf, 3 point terakhir belum diuraikan, sebab keburu ingin diposting.

Antara tahun 2003 – 2006 saya sempat kerja di Perkebunan Kelapa Sawit sebagai tenaga Lapangan. Selama itu juga kami bobok di sebuah peruma...

Antara tahun 2003 – 2006 saya sempat kerja di Perkebunan Kelapa Sawit sebagai tenaga Lapangan.

Selama itu juga kami bobok di sebuah perumahan yang berbentuk kopel semi permanen, lebih tepatnya perumahan tersebut mirip rumah – rumah kontrakan yang dipisahkan oleh sekatan yang berupa dinding papan.

Dalam satu perumahan kopel  memanjang tersebut, hanya memiliki empat pintu.

Pengalaman : Tetangga Ngamuk Gara – Gara Ada Oknum Yang Ngintip


Satu pintu atau ruangan bisa dihuni oleh 2 sampai 7 orang dan kami menghuni perumahan paling ujung.

Selama jadi penghuni perumahan tersebut, kami memang sudah mendengar gosip – gosip yang kurang sedap. Yang Mana penghuni perumahan no 3 ( tiga ) sering berisik di saat sedang menjalankan Sunnah Rasul bersama istrinya( Making Love ) .Mengertikan maksud saya.

Nah gara – gara suara aneh inilah rupanya memancing salah satu oknum dari perumahan lainnya untuk nekad mengintip.
Ruangan tempat tinggal kami memang sudah biasa ramai, baik siang maupun malam, pokoknya seperti orang yang sedang rapat.

Tidak heran bagi kami kalau banyak orang yang sedang keluar masuk, karena memang tempat kami adalah tempat orang yang suka ngumpul dan ngobrol ngarang ngidul.Mirip Pos Ronda.

Hingga suatu malam antara pukul 20.00 – 21.00 WIB, ada suara yang agak keras keluar dari lubang Plafon dan buru – buru keluar menuju pintu belakang dan lenyap di dalam kegelapan tanaman kelapa sawit.

Kamipun tidak sempat mengetahui siapa oknum yang berlari tersebut, karena lubang plafon lokasinya berada di dalam kamar dan kami sedang berada diruang tamu.

Dan tak lama kemudian ada suara yang mengejutkan kami……

“ brakkkk… brakkkk…brakkk… “  diiringi suara orang yang sedang marah besar.

Kaca depan rumah pun hancur , karena dipukul dengan sebuah Parang. Kamipun berlarian keluar dan hanya terdiam saja. Sebab mana berani menghadapai si Tetangga yang ngamuk tersebut.

Rupanya si Onkum yang mengintip tersebut sudah ketahuan oleh tetangga tersebut sehingga ia mengejar ke tempat kami.

Kejadian di malam tersebut cukup menghebohkan seantaro perumahan, sehingga banyak orang bela-belain untuk mencari si oknum yang sudah lari entah kemana.

Bersyukurnya adalah si oknum sudah diketahui indetitasnya, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan terhadap kami.

Seiring waktu si Oknum pengintip tersebut tidak muncul  - muncul selama beberapa bulan, sedangkan sang istrinya masih tinggal diperumahan.

Entah karena angin apa, sehingga si Oknum pengintip tersebut akhirnya datang lagi.

“ Wah cari mampus nich pikir kami “.

Saat kedatangannya itu, sempat adu mulut dan hampir terjadi tindak kekerasan. Untunglah si Oknum tersebut tidak melawan dan hanya ingin meminta maaf saja.

Dan akhirnya si Tetangga tersebut memberikan Maaf. Untung emosi tetangga tersebut sudah mereda, kalau tidak, mungkin kepala sudah terpisah dari tubuh.

Semenjak kejadian itu tidak ada lagi orang yang berani  mengintip.Kecuali punya modal nyawa cadangan.

 # Pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman ini :
- Please, Jangan berisik ketika sedang Making Love biar tetangganya tidak terpancing berbuat iseng
- Please, Jangan nekad mengintip sesuatu yang tidak dihalalkan
- Please, buat Para pembuat rumah kontrakan, agar dibuatkan sekat diatas plafon agar orang – orang tidak berlari kesana kemari diatas tempat tidur orang lain
- Please jangan berpikir “ ngeres “ ketika membaca tulisan ini.

Pernah tidak, ketika teman - teman sedang jalan kaki tahu – tahu berpapasan dengan seekor Anjing ? besar dan hitam lagi Anjingnya. Mungkin...

Pernah tidak, ketika teman - teman sedang jalan kaki tahu – tahu berpapasan dengan seekor Anjing ? besar dan hitam lagi Anjingnya.

Mungkin kita sedikit agak takut / was – was  digigit. Betul tidak ?

Apalagi Anjingnya ternyata berbadan besar dan mengeluarkan air liur yang banyak, dengan taring yang cukup serem, lebih serem dari suster ngesot.

Pengalaman Hadapi Anjing Dengan Mudah Ketika Sedang Berpapasan


Menurut saya lumrah dan Manusiawi, ketika ketakutan tersebut hadir dihati kita, karena Anjing memang sukanya mengigit.Kalau bukan mengigit melainkan tersenyum bukan anjing namanya, tapi itu adalah kamu,hehehe.

Dari pengalaman saya, ternyata ada trik cantik yang bisa kita gunakan jika kita berpapasan dengan anjing dan takut digigit.

Yaitu coba pura – pura mengambil batu, walau ditempat kita tidak ada batu sama sekali.

Gaya kita yang membungkukan badan dengan pura – pura mengambil sesuatu ini ditanah akan membuat si Anjing tersebut merespon, Karena dikiranya kita akan melemparnya pakai sesuatu.

Dan biasanya si Anjing akan berlari, karena instingnya cukup tajam untuk mendeteksi sebuah kejahatan yang akan menimpanya.

Tapi kalau tidak berhasil……. 

“ Ya. Andalah yang harus ambil langkah seribu “ daripada digigit Anjing dan terpaksa di suntik anti rabies.

Syukur – syukur kalau di dekat kita ada pohon, jadi bisa kita panjat, itupun kalau bukan pohon tauge.

Tapi dari pengalaman saya pribadi, trik ini cukup manjur untuk dipakai ketika kita akan mengusir si Anjing ,tanpa harus melukainya.