23 Oktober 2016

KisahKu Selama Menuntut Ilmu Pendidikan Di Bangku Sekolah Dasar

KISAHKU SELAMA MENUNTUT ILMU PENDIDIKAN DI BANGKU SEKOLAH DASAR

Kisah Sekolah yang pernah saya jalani dahulu tidak bisa begitu saya cepat lupakan begitu saja,sebab banyak cerita unik dan menarik seputar saya bersekolah.


Saya hanya tamatan sekolah menengah umum, yang lebih dikenal dengan SMU atau SLTA, saya termasuk orang yang rajin bersekolah walau prestasi saya disekolah tidak begitu mencolok dibandingkan dengan teman – teman lainnya.


Sekolah merupakan kewajiban kami, para anak – anak muda penerus generasi bangsa.Jadi pendidikan adalaha hal yang sangat penting untuk membentuk pola pikir dan prilaku anak bangsa yang berkualitas.


Menempuh Pendidikan tidak hanya untuk tujuan mencai uang , tetapi pendidikan itu memiliki tujuan yang sangat luas, yaitu membuat saya memiliki cara pandang dan pengetahuan yang lebih baik.


Pada artikel ini saya akan menuliskan pengalaman saya selama menjalani atau menempuh pendidikan di sekolah dasar, sampai saya tamat sekolah Menengah Umum.


Kisahku Menempuh Pendidikan di Bangku Sekolah Dasar
Saya mulai menempuh pendidikan dibangku sekolah dasar pada umur enam tahun.Di desa saya memiliki sekolah dasar sehingga untuk menuju ke sekolah saya hanya berjalan kaki.


Saat pertama sekolah merupakan hal yang membuat saya deg – deg an sebab itu adalah pengalaman pertama saya menempuh pendidikan dan bertemu dengan guru – guru yang baru.


Saat pertama sekolah saya diantar oleh ibu saya, maklum waktu itu saya masih kecil jadi masih takut – takut..hehe.


Sekolah dasar kelas satu adalah langkah pertama yang harus saya jalani sebagai siswa pemula.Kami hanya dibagi menjadi dua kelas saja, sebab jumlah anak yang bisa bersekolah pada waktu itu hanya sekitar 80 orang.Jadi satu kelas hanya berisi sekitar 40 orang anak.


Yang saya ingat pada waktu itu wali kelas saya bernama Ibu Sopiah, seorang guru yang baik dan bijaksana serta sabar.Kebiasaan unik yang selalu saya jalani adalah saya sering membawa makanan ringan,seperti pisang rebus dan hokbos.


Jika waktu istirahat makanan tersebut saya makan bersama teman – teman saya,saya juga dikasih orang tua saya uang jajan yang jumlahnya 25 rupiah.
Uang 25 rupiah pada saat itu sama seperti uang 2000 zaman sekarang, walaupun saya membawa makanan dari rumah, tetapi biasanya saya juga senang jajan seperti anak lain pada umumnya.


Jajanan yang sering saya beli adalah tekwan, es dan jambu biji.Saya sangat senang sekali jambu biji yang dijual oleh kantin dekat sekolah, harganya Cuma 25 rupiah saja.


Anak SD kelas satu jam belajarnya tidak lama seperti kakak kelas saya ,hanya sampai pukul 10, kalau hari jum’at kami pulang pukul 9 pagi.


Pada saat SD terutama kelas satu saya kurang cepat sekali dalam menangkap pelajaran, coba anda bayangkan saya baru bisa belajar membaca pada kelas tiga SD.


Bagi saya bersekolah dasar seperti bermain saja, sebab tidak begitu menegangkan kita hanya datang menulis dan mendengarkan apa kata ibu guru dikelas.


Walaupun saya tidak begitu berprestasi dalam bidang pendidikan tetapi saya anak yang selalu rajin bersekolah, hal ini dibuktikan dengan saya tidak pernah tertinggal kelas alias selalu naik kelas.


Dalam setahun biasanya saya hanya sekali atau dua kali tidak masuk sekolah, itu hanya disebabkan karena saya sedanga sakit.Karena saya selalu naik kelas jadi orang tua saya sangat senang dan bersyukur sekali.


Ohy kalau saat akan pembagian raport atau buku tanda kenaikan kelas biasanya kami membawa telur yang akan kami kasihkan dengan guru kami, telur tersebut adalah tanda kami bersyukur dan berterima kasih ke pada guru kami.


Hal yang tidak kalah asyik adalah pada saat kami sedang  pada jam istirahat, kami bisa main sepuasnya, dari main kelereng, mencari bunga duku, mencari biji karet dan lainnya.


Sekolah dasar kami dekat dengan hutan dan kebun penduduk, pada jam istirahat kami menyempatkan diri untuk berburu bunga duku.Bunga duku itu kami kumpulkan dan kami rangkai menjadi sebuah kalung unik.Sedangkan biji karet kami harus pergi diam – diam ke dalam hutan, sebab kalau ketahuan oleh guru kami pasti dilarang dan kena marah.


Biji karet tersebut kami gunakan sebagai bahan permainan.Puas bermain biji karet kamipun bermain gambaran, yaitu kertas kecil yang memiliki gambar, yang kami mainkan dengan cara adu tos.


Waktu istirahat biasanya tidak terlalu lama sekitar 45 menit dan sangat tidak terasa sekali sebab kami sangat asyik bermain.


Kalau bau badan ,,mmm,,,jangan ditanya sobat ,asemm sekali oleh bekas keringat.Sehingga untuk pakaian sekolah tersebut harus dicuci oelh ibu saya.
Seiring berjalannya waktu saya akhirnya menjadi murid kelas enam,mmm,,,sungguh tidak terasa sekali sobat.Menjadi murid kelas enam SD, membuat saya harus lebih giat lagi dalam belajar sebab saya harus lulus sekolah dasar.


Les atau bimbingan belajar pun selalu saya ikuti dengan baik, lalu kemudian tibalah saatnya saya ujian kelulusan.Tempat saya ujian kelulusan tersebut berada disekolah dasar tempat lain.Jadi sistem yang dipakai adalah acak, sehingga kita tidak akan sekelas dengan teman kita pada hari biasanya.
Dan Alhamdulillah pengumanan kelulusan pun tiba,dan saya dinyatakan Lulus ke Bangku Sekolah Menengah Pertama.Horeee…!!


Demikianlah sobat pembaca pengalaman saya bersekolah di  bangku sekolah dasar yang selalu saya ingat sampai kini.Jika ada kesalahan pada ide dan penulisan saya mohon maaf.Untuk Cerita atau pengalaman saya melanjutkan perjuangan saya menempuh pendidikan disekolah Menengah Pertama akan saya tulis pada artikel berikutnya.

0 komentar

Posting Komentar