Mencari ikan dengan giyan adalah cara tradisional yang selalu dipakai oleh para penduduk dalam mencari ikan disungai.Giyan adalah sebu...

MENCARI IKAN DENGAN GIYAN ADALAH TEKNIK TRADISIONAL YANG PALING SAYA KUASAI

By | Oktober 21, 2016 Leave a Comment

MENCARI IKAN DENGAN GIYAN ADALAH TEKNIK TRADISIONAL YANG PALING SAYA KUASAI

Mencari ikan dengan giyan adalah cara tradisional yang selalu dipakai oleh para penduduk dalam mencari ikan disungai.Giyan adalah sebuah alat yang seperti jaring yang dibuat khusus dengan bentuk melingkar sedikit memanjang yang dikaitkan atau diikatkan dengan dua bilah bambu yang sudah dibentuk dengan ukuran yang khusus.

Butuh keahlian khusus dalam membuat giyan ini, sebab jenis giyan  yang digunakan untuk mencari ikan disungai memiliki banyak ragam atau jenisnya.Jenis – jenis giyan biasanya dibuat berdasarkan jenis ikan yang akan ditangkap.


Kakek saya adalah orang yang sangat ahli sekali dalam membuat giyan.Ada giyan ikan seluang, ada giyan ikan lampam, ada giyan kerap yang berguna untuk menangkap ikan sebesar kelingking jari anak bayi dan lainnya.


Pada artikel kali ini saya akan bercerita tentang teknik tradisional dalam mencari ikan disungai dengan mengunakan giyan.Kenapa saya coba tulis ? itu karena artikel ini merupakan pengalaman pribadi saya selama mencari ikan disungai.


Disamping itu juga setelah saya search di google artikel tentang mencari ikan dengan giyan belum ada, nah karena itu saya ingin berbagi pengalaman sederhana saya ini kepada pembaca,semoga berguna dan bermanfaat.



Teknik Tradisional Mencari Ikan Dengan Giyan :  

1.    TEKHINK CIDUK


Mengunakan giyan butuh teknik khusus agar ikan bisa kita dapatkan dengan mudah dan salah satunya adalah teknik ciduk.Teknik ciduk adalah teknik mencari ikan disungai dengan cara menengelamkan giyan searah arus sungai yang dilakukan dipingir sungai.

Biasanya arus sungai mengalir dari hulu ke hilir, maka giyan kita tengelamkan dari arah hulu ke hilir sungai.Setelah giyan berada dihilir sungai maka giyan kita angkat ke atas.

Biasanya teknik ciduk ini dilakukan diatas perahu, namun bisa juga diatas sebuah kayu yang berada disungai atau juga bisa dilakukan dengan sambil berdiri didasar sungai.

Teknik ciduk dengan berdiri diatas sungai biasanya jarang dilakukan sebab akan membuat para pencari ikan mudah kedinginan, teknik ciduk diatas perahulah yang lebih aman dan nyaman dilakukan.

Jika kita mengunakan teknik ciduk diatas perahu, trik supaya bisa mendapatkan tangkapan ikan lebih banyak adalah dengan memasang umpan di dasar sungai.

Umpan yang bisa kita pasang sebaiknya mengunakan daun ubi kayu , karena daun ubi kayu lebih disukai oleh ikan – ikan.Umpan tersebut kita pasang dan kita ikatkan pada sebuah kayu didasar sungai supaya umpan tersebut tidak hanyut terbawa arus air.

Hal yang harus anda perhatikan dalam mengunakan teknik mencari ikan dengan ciduk ini adalah pastikan tidak ada benda – benda yang akan membuat giyan tersangkut saat giyan dicelupkan atau ditenggelamkan ke dasar sungai.

Cara mudah untuk mengetahuinya adalah dengan mengunakan sebuah kayu yang dicelupkan atau ditengelamkan kedasar sungai, jika kayu tersebut tersangkut itu berarti didasar sungai ada benda – benda yang akan menganggu giyan anda.

Jika itu terjadi maka hanya ada dua alternative buat anda yaitu mencari tempat ciduk baru atau membuang benda tersebut dengan menyelam kedasar sungai.

Jika kita sudah mendapatkan tempat yang pas, apalagi ikan sedang banyak – banyaknya , maka anda akan mendapatkan ikan dalam jumlah yang sangat banyak.

Pengalaman saya dalam menciduk ikan disungai saya membawa berbagai macam jenis giyan, ada giyan seluang, giyan kerap, giyan selang mate, giyan lampam dan lainnya.Tujuannya adalah untuk menyesuaikan situasi, jika ikan disungai lebih banyak ikan seluang, maka saya gunakan giyan seluang.

Tetapi jika ikan disungai lebih banyak ikan lampam maka saya gunakan giyan lampam.

Ohya teman – teman pemilihan posisi ciduk juga menentukan hasil tangkapan kita, misalnya posisi kita berada dipinggir sungai yang airnya lambat mengalir, biasanya ikan tidak terlalu banyak.Cari posisi dipinggir sungai yang airnya tidak terlalu deras juga tidak terlalu tenang.


2.    TEKHNIK NGUGOH


Teknik ngugoh dalam mencari ikan disungai juga merupakan teknik yang saya kuasai dari kecil,sebab dari kecil saya memang sudah sering bermain disungai.

Teknik Ngugoh ini adalah cara tradisional dalam menangkap atau mencari ikan dengan cara menengelamkan giyan kedasar sungai sambil berenang yang dimulai dari hulu sungai sampai kehilir sungai.Soal seberapa jauh itu tergantung dari kemampuan kita.


Nah teknik ini dibutuhkan keahlian kita yaitu harus bisa berenang,karena tempat kita ngugoh tersebut biasanya ada yang sungainya dalam dan ada juga sungai yang tidak dalam.Dan tentunya sungai yang dalam membutuhkan keahlian dalam berenang.

Dari pengalaman yang sudah saya sering lakukan adalah ngugoh sebaiknya dilakukan dari hulu sungai sampai kehilir sungai, giyan yang kita pakai juga harus kita sesuaikan dengan kondisi sungai.

Jika sungainya kecil sebaiknya gunakan giyan seluang,sebab lebih berpotensi  lebih banyak mendapatkan ikan.

Hal yang harus anda hindari adalah Jangan ngugoh ikan disungai pada saat sungai sedang banjir, sebab sangat membahayakan keselamatan anda sendiri.

Hal buruk yang sering saya alami saat ngugoh ikan disungai adalah seringnya giyan tersebut tersangkut benda – benda seperti kayu didasar sungai.

Dan itu merupakan pengalaman seru, sebab kita harus berjuang untuk melepaskan giyan tersebut dari tersangkut didasar sungai.Kita harus menahan napas sekuat mungkin saat kita berada di dalam sungai, jika kita tidak pandai menyelam biasanya giyan tersebut akan robek.

Trik mudah untuk memastikan apakah tehnik ngugoh ini berhasil adalah dengan memperhatikan orang lain yang ngugoh, jika mereka sering mendapatkan ikan itu pertanda ikan sedang banyak.


3.    TEKNIK MELINTANG


Nah ini teknik lainnya dalam mencari ikan disungai dengan giyan mengunakan teknik melintang.

Teknik melintang ini adalah cara tradisional mencari ikan dengan mengunakan perahu yang kita posisikan perahu melintang disungai,dengan menengelamkan atau mencelupkan giyan kedasar sungai sambil tangan kita mengayuhkan perahu untuk menjaga posisi perahu agar tetap pada posisi melintang.Biasanya teknik ini dilakukan dari hulu sungai sampai kehilir sungai.

Cara ini membutuhkan latihan, sebab yang paling sulit adalah mengendalikan perahu kita agar tetap pada posisi melintang.Biasanya angin disungai sering berubah-ubah,terkadang tenang terkadang angin deras yang akan mempengaruhi posisi perahu kita.

Teknik melintangkan perahu ini biasanya sering dipakai pada saat ikan mulai berada ditengah sungai dan ikan – ikan yang dihasilkanpun biasanya lumayan banyak.

Hal yang buruk yang pernah saya alami dalam mengunakan teknik ini adalah pada saat giyan tersangkut dengan kayu yang berada di dasar sungai .Kalau giyan tersebut tersangkut di dasar sungai maka kita harus menyelam kedasar sungai atau jika kita malas menyelam kita tarik saya giyan tersebut dengan resiko giyan tersebut robek – robek.

Ohya, teknik melintang sebaiknya mengajak teman sebab teknik ini akan menguras tenaga, apalagi jika giyan kita tersangkut kayu didasar sungai, teman kita sangat berguna untuk mengendalikan kemudi perahu kita.

Disamping itu juga jika kita ada teman , maka saat giyan kita mendapat ikan maka teman kita bisa mengumpulkan ikan yang tersangkut di giyan.Pada saat kita akan mendayung perahu ke hulu maka kita akan lebih cepat karena ada bantuan tenaga dari teman kita.
Trik mudah dalam mencari ikan dengan metode melintang ini adalah dengan mengajak orang yang sudah berpengalaman agar kita bisa memperoleh hasil tangkapan ikan lebih banyak.

 

4.    TEKNIK NYELISEH


Teknik Nyeliseh ini hanya beberapa saja orang bisa melakukannya sebab, teknik ini merupakan teknik yang sulit dan memiliki resiko giyan mudah robek.

Teknik Nyeliseh adalah cara tradisional dalam mencari ikan dengan mengunakan giyan dan perahu yang dimulai dari hulu sungai sampai kehilir sungai dengan memposisikan perahu berjalan di pinggir sungai.

Teknik ini sebenarnya teknik adalah teknik mengiring ikan yang berada dipinggir sungai, dengan posisi badan kita menghadap kepinggir sungai sambil kita mengayukan perahu.

Kelebihan dari teknik ini adalah hasil tangkapa ikan kita bisa beragam dari ikan yang kecil sampai dengan ikan yang besar.

Kenapa teknik ini begitu sulit, sebab kita harus membuat perahu tetap lurus searah air atau pinggir tebing dan membuat posisi giyan kita pas untuk mengiring ikan dengan kayuh.

Teknik ini rawan giyan akan robek, sebab laju perahu yang tidak terkendali akan mudah membuat giyan mudah tersangkut lalu robek.

Menurut pengalaman saya sebaikknya jika kita mengunakan teknik ini kita mengajak teman untuk berkerjasama dalam mengendalikan laju perahu.


5.    TEKNIK PASANG


Menurut pengalaman saya ini adalah teknik yang mencari ikan dengan giyan yang paling mudah.

Teknik Pasang ini adalah cara tradisional dalam mencari ikan dengan giyan,dengan cara kita memasang giyan pada air yang tidak mengalir deras lalu giyan kita ikatkan agar tidak bergerak.

Kita hanya perlu memastikan giyan tersebut pada keadaan air yang tenang ,lalu kita tengelamkan dan kita ikat.Kita hanya duduk manis saja diatas perahu sambil memperhatikan apakah giyan kita bergerak – gerak.

Jika giyan kita bergerak – gerak itu pertanda ada ikan yang sudah tersangkut di giyan kita, lalu kita angkat.

Trik saya dalam mengunakan cara ini adalah memasang giyan sebanyak mungkin kedasar sungai,sebab lebih berpeluang besar mendapatkan ikan yang banyak.

Disamping itu juga jika air sungai sedang mulai banjir cari lah tempat yang aman untuk anda memasang giyan, sebab pada saat air sungai naik biasanya ikan mulai menepi.


6.    TEKHNIK GERAH


Teknik gerah ini juga terbilang sangat mudah, kita tinggal memasang giyan ditempat yang cukup pas.Misalnya kita pasang dipinggir sungai dan kita mencari alat seperti kayu untuk menepuk – nepuk permukaan air sehingga ikan diharapkan akan menabrak giyan kita.

Teknik gerah ini adalah cara menangkap ikan secara tradisional dengan menempatkan giyan pada jalur yang akan dilewati ikan.
Baik ikan kecil maupun ikan besar biasanya akan mudah berlari jika permukaan air kita tepuk – tepuk dengan mengunakan batang kayu.

Dari pengalaman saya mengunakan teknik ini sebaiknya kita harus cukup gesit dalam mengangkat giyan sebab, ikan akan mudah lepas dari giyan jika kita terlalu lambat untuk mengangkatnya.

Trik saya yang berdasarkan pengalaman dan terbilang cukup berhasil adalah kita harus memasang giyan pada permukaan sungai yang tidak terlalu dalam dan airnya tidak berarus deras.


Sebenarnya masih banyak peralatan tradisional dalam mencari ikan disungai selain mengunakan giyan, misalnya mengunakan tangguk, jaring ,jala ,pancing dan lain sebagainya.


Tangguk adalah sejenis peralatan mencari ikan yang terbuat dari kelambu yang dirangkai dengan sebuah rotan, mirip menyerupai giyan.Cuma bedanya dengan giyan, giyan memiliki lubang yang lebih besar sedangkan tangguk sangat kecil.


Ikan yang sering didapat dengan mengunakan tangguk ini sangatlah kecil – kecil, yang didaerah kami sering disebut dengan ikan pirik.
Demikianlah artikel singkat ini dibuat, berdasarkan pengalaman saya sendiri, semoga bermanfaat, jika ada kesalahan pada ide dan penulisan saya mohon maaf.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: