Sebelum melanjutkan tulisan ini, bukan berarti saya mengajak anda untuk beramai – ramai menulis blog dengan artikel dangkal. Menulis blo...

Blog Artikel Dangkal, Siapa Takut ! Tulis Saja Terus

By | Juli 28, 2017 4 comments

Sebelum melanjutkan tulisan ini, bukan berarti saya mengajak anda untuk beramai – ramai menulis blog dengan artikel dangkal.

BLOG ARTIKEL DANGKAL , SIAPA TAKUT ! TULIS SAJA TERUS
Menulis blog artikel dangkal atau dalam boleh – boleh saja tergantung pada tingkat kenyamanan anda masing – masing.

Pada artikel kali ini saya sedikit menyoroti masalah tentang blog artikel dangkal.
Baik dari sudut kacamata penulis maupun dari sudut kacamata pembaca.


Blog dangkal itu apa sich ? kalau kita ambil kata “ dangkal “ artinya tidak dalam , berarti blog yang  ditulis dengan pembahasan yang tidak terlalu dalam.


Jika sebuah blog di tulis dengan pembahasan dangkal, belum tentu tidak ada informasi yang disampaikan dalam setiap kalimatnya.


Tetap ada dan biasanya dibuat lebih ringkas dan inti sarinya saja, agar penulis lebih cepat menyampaikan informasinya dan pembaca tidak telalu banyak membuang waktu mereka, hanya untuk membaca sebuah artikel.



Blog Artikel Dangkal dari sudut pandang Penulis :


Soal seberapa jumlah kosa – kata pada blog dangkal saya simpulkan saja , sekitar 300 suku – kata.


Bagi penulis untuk menulis artikel blog dengan jumlah suku  kata 300, merupakan pekerjaan singkat, yaitu hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit, bahkan bisa kurang dari itu.


Tapi apa  bagaimana dari segi isi tulisannya ? biasanya penulis menyajikan tulisan dengan  300 kosakata tersebut dengan ringkas dan inti  pokoknya saja. 


Sehingga tidak terlalu banyak basa – basi atau pun kalimat yang kurang penting.


Sehingga proses untuk menulis artikel selanjutnya juga bisa dimulai.Jadi dalam waktu 2 jam maka kemungkinan besar penulis bisa membuat 4 artikel blog yang berbeda.



Blog artikel dangkal dari sudut pandang Pembaca : 


Saya selain penulis juga adalah seorang pembaca, membaca artikel pendek ataupun panjang tetap saya lakoni sampai habis, apalagi artikel tersebut menarik hati dan pikiran saya.


Jadi dari sudut pandang pembaca, saya ambil contohnya adalah saya sendiri, walaupun mungkin ada pembaca yang tidak sependapat, saya mohon maaf.


Dari pengalaman saya membaca artikel yang memiliki 300 suku kata yang saya sebut artikel dangkal tersebut, ternyata membuat saya bisa menyerap informasi dengan cepat dan bisa menyempatkan membaca artikel lainnya pada sebuah blog orang lain.


Aktivitas membaca artikel yang memiliki suku – kata 300 tersebut membuat saya nyaman.


Jadi saya simpulkan bahwa artikel dangkal masih banyak diburu oleh pembaca yang aslinya super sibuk tapi membutuhkan informasi dari internet, jadi tulislah terus jangan takut tidak tampil di halaman pertama Search Engine Google.


Saya kira banyak orang yang sependapat dengan saya, tapi mungkin juga ada orang yang tidak setuju.


Karena semua orang memilki kesukaan yang berbeda – beda .


Demikianlah artikel singkat ini dibuat, semoga bermanfaat jika ada kesalahan pada ide dan Penulisan saya mohon maaf.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

4 komentar:

  1. Woowwwwwww..... hebatt... ngebut ooii... biikin pengen ikutan... siap bang.. siaoa peduli dangkal atau tidak. Selama kita hepi... aku ikut ngebut yah.. tapi maaf nggak bisa komentar di semua tulisan barunya....banyak bingiitzz

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha......saya tidak ngebut dalam menulis artikel ini Pak, masih seperti biasa, kadang malas kadang lagi bersemangat, tergantung dari waktu,kesibukan dan Mood.

      Namun ada kesalahan " TEKHNIS " Yang belum saya mengerti Pak....

      Ceritanya.......

      Kmaren itu saya " EDIT - EDIT " Tulisan lama saya untuk memperbaiki secara MANUAL SATU PERSATU, baik jenis hurup atau ukuran hurup maupun GAMBAR PENDUKUNG.

      Dengan TUJUAN agar Pembaca lebih nyaman Dan Fokus MEMBACA....

      namun yang TERJADI....tulisan lama itu setelah saya klik PUBLIKASIKAN....eeee...muncul di HOME alias Laman DEPAN...sehingga nampak seperti tulisan BARU....padahal itu adalah TULISAN TAHUN 2016 pak...

      sebelumnya tidak seperti itu Pak....setelah edit2 artikelnya tetap berada diposisi semula...bukan NAMPIL Di HOme.

      yach...seperti yang terlihat sekarang ini " ARTIKEL LAMA NAMPIL DI HOME " jadi artikel terbarunya jadi tenggelam.

      Hapus
  2. Buat artikel dangkal itu bukan berarti tak ada yg bisa disampaikan dengan jelas, selama pemilihan kata yg singkat tanpa bertele-tele tetap saja ada yg bisa diambil pointnya, drpd panjang lebar cuma dibolak balik, coba geh samain dengan pidato yg panjang cuma muter-muter doang yg disampaikan bikin bosen aja, itu kataku loh
    yg nggk sependapat damailah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.... betul - betul kata Mbak Maya.... siiipp...

      Hapus