09 Februari 2017

Tahu Dengan Kota Palembang ? Apakah Anda Tahu Juga Dengan 3 hal ini !!

Mendengar nama Kota Palembang, mungkin orang lain akan teringat dengan makanan yang bernama pempek………

TAHU DENGAN KOTA PALEMBANG
Tapi ada beberapa hal yang menarik juga untuk anda ketahui selain makanan yang bernama pempek.

Apakah itu ?.......ini dia…… :

1.    ASAL USUL NAMA KOTA PALEMBANG


Pada zaman dahulu ada Putri Raja yang bernama Putri Ong Tien dari Cina yang datang kepulau Jawa.


Untuk menemani perjalanan Putri Ong Tein ini, maka Kaisar Hong Gie dari Cina tersebut memerintahkan tiga orang.


Yaitu : Pai Lin Bang, Lie Guan Chang dan Lie Guan Hien.


Pai Lin Bang sering sebut juga dengan nama Fai Lin Fong.


Dalam perjalannya ke Pulau Jawa, Pai Lin Bang singgah di Kadipaten Sriwijaya…


 dan ternyata kedatangannya sudah ditunggu penduduk disana untuk memimpin Kadipaten Sriwijaya mengantikan Ario Damar yang baru Wafat,


Pai ling Fong menjadi pemimpin Kadipaten Sriwijaya, karena anjuran dari Sunan Gunung Jati guru Pai Lin Bang.


Wilayah Sriwijaya mengalami kemajuan pesat dibawah kepemimpinan Pai Lin Bang.


Hingga suatu saat Pail Lin Bang pun wafat dan untuk menghormati jasa-jasanya maka, Kadipaten Sriwijaya diubah namanya menjadi Kadipaten Pai Lin Bang.


Seiring dengan waktu pengucapan kata Pai Lin Bang , berubah Menjadi “ Palembang “, hingga sekarang ini. 



2.    Bahasa Daerah Palembang


Mendengar kata Palembang, mungkin anda juga sudah membayangkan logat dan cara pengucapan bahasa sehari – hari di Kota Palembang.


Bahasa daerah Palembang, banyak menyerap kosakata dari Bahasa Jawa.


Cenderung kalau akhiran kata yang unjungnya ‘ A “, maka diubah menjadi huruf “ O “.


Misalnya : Kemana = Kemano


Beberapa contoh bahasa daerah kota Palembang :


-    Ado = Ada

-    Bae = Saja
-    Baso = Bahasa
-    Budak = Anak
-    Bik Cik = Bibi
-    Belagak = Tampan / cakep
-    Nyampak = Jatuh


3.    Kain Songket Palembang


Selain Palembang terkenal dengan Pempek dan Jembatan Amperanya, juga terkenal dengan Kain Songketnya yang sangat indah.

Kain Songket adalah kain tenunan Tradisional Khas Melayu yang ditenun dengan benang emas atau perak dengan tekhnik khusus.

Menenun Kain songket sudah dimulai sejak zaman Kerajaan Sriwijaya dan selalu dipakai saat ada acara kenduri atau pernikahan.


Memakai Kain songket dahulu menunjukan status social sesorang sebab harganya cukup mahal, bisa jutaan bahkan puluhan juta untuk satu kain sarung.


Jika anda menghadiri kerabat yang sedang melakukan acara pernikahan,  maka anda akan melihat banyak orang memakai kain songket ini.


Demikianlah artikel singkat ini dibuat semoga bermanfaat jika ada kesalahan pada ide dan Penulisan saya mohon maaf.

4 komentar:

  1. Terus terang.. kalau denger kata Palembang, saya ingetnya langsung pada makanan. Mpek-mpek.

    Bahkan sebelum inget jembatan sungai Musi, saya langsung terbayang makanan itu. Padahal saya tidak begitu suka karena bau cukanya menyengat sekali. Cuma karena si yayang suka banget, kadang terpaksa deh menemani makan.

    Fotonya keren tuh Kang.. saya suatu waktu pengen kesana untuk motret Jembatan bersejarah itu. Keren kayaknya kalau malam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe...ngk apa2 kalau belum suka, tapi pempeknya dicicip dengan cabe rawit juga enak loh pak....

      cobalah fhoto Pak,,,saya yakin kalau pak Anton yang memfhotonya akan jauh lebih bagus hasilnya.....

      Hapus
  2. Foto di atas sudah bagus banget Kang. Nuansa malam malamnya tertangkap jelas dna warna-warni lampunya memberi kesan semarak.

    Keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah Pak kalau Keren,,,,jadi bisa memuaskan bagi penikmat nuansa Jembatan Ampera kota Palembang

      Hapus