Tradisi Mengarak Pengantin di Kabupaten Ogan Komering Ulu, umumnya dilakukan setiap Tuan Rumah yang mengelar acara hajatan pernikahan secara...

Tradisi Mengarak Pengantin Di Kabupaten Ogan Komering Ulu

By | Februari 13, 2017 2 comments

Tradisi Mengarak Pengantin di Kabupaten Ogan Komering Ulu, umumnya dilakukan setiap Tuan Rumah yang mengelar acara hajatan pernikahan secara besar – besaran.

Mengarak pengantin adalah tradisi tradisional untuk membawa pengantin ketempat pelaminan dengan diiringi suara tetabuhan.

Dan ini merupakan sebuah acara yang menarik dan banyak ditonton orang – orang yang hadir disana.

TRADISI MENGARAK PENGANTIN DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU
youtube.com
Salah satu Grup Mengarak Pengantin yang terkenal di Kabupaten Ogan Komering Ulu adalah Grup Saropal Anam.

Biasanya grup mengarak pengantin ini berjumlah Minimal 9 orang, dan alat yang digunakan bernama “ terbangan “.

Umumnya tradisi mengarak pengatin ini dimulai dari rumah mempelai Perempuan ke rumah mempelai laki – laki.

Jika jaraknya dekat, maka dilakukan dengan berjalan kaki dengan diiringi oleh keluarga dan orang – orang terdekat.

Tetapi kalau lokasinya jauh, maka menggunakan mobil dan grup yang mengarak pengantin berada dimobil jenis Pik’up di posisi paling depan.

Biasanya para Grup mengarak pengantin ini melakukan atraksi – atraksi menarik seperti “ rudat  dan menyanyikan lagu – lagu “.

Suara gong dan suara terbangan saat ditabuh, maka akan terdengar sangat menarik,seperti suara marching Band.

Grup pengarak pengantin ini, memiliki satu pemimpin yang bertugas sebagai “ peningka “.

Peningka itu adalah suara khas yang lebih mendahului dari pada tabuhan para anggota lainnya.

Sehingga terdengar seperti bersusulan dan untuk memberhentikan secara serempak, maka pemimpinnya akan memberikan kode berupa mengangkat terbangan tersebut keatas.

Saya sendiri pernah menjadi pengarak pengantin setiap minggu, dan ini adalah hal yang sangat menyenangkan.

Selain mendapat honor dari tuan rumah juga ditraktir makan gratis.

Biasanya sebelum kami mengarak pengantin, kami melakukan beberapa latihan terlebih dahulu.

Agar suara tetabuhan yang sering disebut dengan “ Terbangan “ tersebut bersuara nyaring, maka harus dijemur terlebih dahulu.

Setelah mengarak pengantin biasanya telapak tangan menjadi merah, tetapi tidak terasa sakit, sebab memukulnya dipantulkan.

Istimewanya setelah mengarak pengantin, kami biasanya dipersilakan makan terlebih dahulu.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengarak pengantin juga tidak terlalu lama, hanya sekitar 20 menit, tapi tergantung dari jarak antara rumah dan Panggung Pelaminan.

Demikianlah artikel singkat ini dibuat semoga bermanfaat, jika ada kesalahan pada Ide dan Penulisan saya mohon maaf.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

2 komentar:

  1. Baru tau seperti itu ya rombongan pengantin disana kalau nikah. keren lho kang.

    Kalau ini hasil akang motret, terusin kang, unik.. justru yang seperti ini yang menarik...:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Pak Anton,,,Umumnya diarak dahulu dari Rumah hingga menuju Kursi Kebesaran.

      saya ingin membidik,,,acara seperti ini,,tapi masih ada kendala,,,terutama waktu dan kamera. ( alasan klasik,,hehe ).

      Hapus