Umumnya mengarak pengantin menuju kursi pelaminan dilakukan oleh orang dewasa laki –laki, khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Tetapi ...

Tradisi Mengarak Pengantin Di Ogan Komering Ulu Oleh Ibu - Ibu Muda

By | Februari 14, 2017 4 comments

Umumnya mengarak pengantin menuju kursi pelaminan dilakukan oleh orang dewasa laki –laki, khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Tetapi kali ini berbeda…..mengarak pengantin dilakukan oleh Ibu – Ibu.


TRADISI MENGARAK PENGANTIN DI OGAN KOMERING ULU
Mungkin anda bertanya ? Bapak – bapaknya pada kemana…? Kok tidak ngarak pengantin…!! Apa lagi santai dirumah…sambil nonton tivi.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, coba baca terus artikel ini.


Sebelum tahun 2013, memang umumnya mengarak pengantin dilakukan oleh bapak – bapak atau orang dewasa laki – laki.


Tetapi sekitar mulai tahun 2013, tradisi mengarak pengantin mulai perlahan dilakukan oleh  ibu - ibu.


Memang tidak salah juga kalau ibu – ibu mengarak pengantin, karena tidak ada ketentuan bahwa mengarak pengantin harus dilakukan oleh Bapak – bapak.  


Tapi tidak umum saja dilakukan pada sekitar mulai tahun 2013 yang lalu,sebab zaman kakek dan nenek saya menikah, tradisi mengarak pengantin itu dilakukan oleh orang dewasa laki –laki.


Walaupun ibu – ibu mulai mentradisi mengarak pengatin,tetapi bapak – bapak tetap dapat orderan mengarak pengantin, baik didalam desa maupun diluar desa.


Biasanya siapa yang akan disewa untuk mengarak pengantin, tergantung dari permintaan tuan hajatan pernikahan.


Jika ingin ibu – ibu yang mengarak, maka diundanglah ibu – ibu, tetapi kalau ingin bapak – bapak yang mengarak ya seperti biasanya diundang juga.


Tapi…ada yang menarik saat saya perhatikan, yaitu ada kalanya Grup Ibu – Ibu Mengarak pengantin terkadang kekurangan anggota, sehingga harus meminta bantuan ke Grup Pengarak pengantin versi bapak – bapak.


Sehingga terjadi kolaborasi yang tidak umum terjadi, tetapi cukup menarik juga.


Kalau dari segi tetabuhan yang berbunyi dari alat pengarak tersebut, sepertinya bapak – bapak lebih unggul.


Kenapa ? sebab seni tetabuhan melalui alat pengarak lebih bervariasi dan lebih mengema suarannya.


Kenapa lebih menggema ? sebab kekuatan tangan bapak – bapak lebih bertenaga saat mengebuk alat pengarak tersebut.


Selain ibu – ibu bisa dan pandai mengarak pengantin, juga ibu – ibu tersebut sangat pandai dalam membawakan lagu Qasidah diatas panggung, setelah mereka mengarak pengantin.


Aksi ibu – ibu mengarak pengantin, mungkin terbilang unik sebab saya belum pernah melihatnya didaerah lain, selain di Kabupaten Ogan Komering Ulu.


Demikianlah artikel singkat ini dibuat semoga bermanfaat jika ada kesalahan pada Ide dan Penulisan saya mohon maaf.  

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

4 komentar:

  1. Hebat yah tradisi seperti ini masih berjalan..
    Yang ngiringi cuma yang 18+ aja yah.. Mungkin yang muda muda juga pengin ikut kolaborasi juga tuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ..iya sich Mas Rendy..yang muda2 ingin ikut2 juga,,,tradisi ini sudah mulai berjalan.

      Hapus