13 February 2017

Tradisi Unik Acara Pernikahan Yang Mulai Hilang Di Kabupaten Ogan Komering Ulu

Tinggal di Kabupaten Ogan Komering Ulu, membuat saya banyak memperhatikan banyak hal, diantaran adat dan budaya.

Baik adat budaya yang sudah mulai dibiasakan, maupun adat dan budaya yang sudah mulai hilang atau di tinggalkan.

Dan yang saya soroti adalah adat dan budaya acara pernikahan yang sudah mulai ditinggalkan.

TRADISI UNIK ACARA PERNIKAHAN
youtube.com
Diantaranya dua hal berikut ini :

1.    TRADISI PANJAT PINANG


Dahulu sewaktu saya masih kecil, setiap orang yang mengadakan acara pernikahan selalu ada beberapa pohon pinang yang dipasangi berbagai macam hadiah.


Seperti : baju, sabun,odol,buku dan berbagai hadiah menarik lainnya.


Memang sich kehadiran panjat pinang ini, sangat mirip sekali seperti acara panjat pinang Pada Hari Ulang  Tahun RI.


Cuma bedanya selalu diadakan disetiap rumah yang mengadakan acara pernikahan.


Biasanya pinang ini akan di panjat pada Hari ‘ H ‘, yaitu saat resepsi pernikahan, dan dimulai saat Grup Pengarak Pengantin sudah memasuki area rumah mempelai wanita.


Tapi sayangnya……. tradisi unik ini sudah hilang, mungkin karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli hadiah dan terlalu rumit untuk dikerjakan.

Padahal,,,,,acara panjat pinang ini sangat menarik dan membuat orang banyak menyukainya.

Alasan lainnya acara panjat pinang ini sudah hilang adalah karena harga buah pinang sudah mulai mahal, sehingga kalau ditebang empunya pohon pinang bisa marah.



2.    ACARA NENGKOK


Selain acara panjat pinang  maka ada tradisi unik acara pernikahan yang sudah mulai ditinggalkan, yaitu nengkok .


Apa itu nengkok ?


Nengkok atau ningkok adalah acara unik yang diadakan oleh muda – mudi yang berkumpul dirumah pengantin untuk saling mengenal satu sama lain.


Mirip sekali seperti acara mencari jodoh, selain itu juga dilengkapi dengan music dan balon –balon.


Bahkan mirip juga seperti acara Ulang Tahun.


Dan tradisi unik nengkok, ini sudah mulai ditinggalkan,salah satu penyebabnya adalah acara ini sudah kuno dan muda – mudi sudah enggan untuk mengikuti acara tersebut.


Dan bisa jadi juga karena pengaruh teknologi, bahwa untuk mencari pasangan bisa melalui media social, seperti facebook dan lainnya.


Demikianlah artikel singkat ini dibuat semoga bermanfaat, jika ada kesalahan pada Ide dan penulisan saya mohon maaf.

0 komentar

Post a Comment