Mungkin tulisan ini memiliki judul yang sangat unik dan terbilang aneh,karena menggunakan bahasa sedikit halus. Sebagai seorang blogger, p...

Suka Komentar Cabe Rawit Atau Suka Komentar Gula Aren PART I

By | Maret 17, 2017 4 comments

Mungkin tulisan ini memiliki judul yang sangat unik dan terbilang aneh,karena menggunakan bahasa sedikit halus.

Sebagai seorang blogger, pastilah sudah umum kalau blog kita memiliki kolom komentar dan bagi blog yang tidak memiliki kolom komentar, sepertinya mereka hanya ingin pembaca fokus terhadap tulisan saja.


SUKA KOMENTAR CABE RAWIT ATAU SUKA KOMENTAR GULA AREN
probisnis.net
Ada dua jenis komentar pembaca terhadap blog kita, yakni komentar pedas yang saya sebut dengan komentar rasa cabe rawit dan komentar manis – manis semanis gula aren.

Pertanyaannya adalah apakah kalian pernah mendapat ke dua jenis komentar tersebut ??


Bagaimana rasanya…?


Yang mana yang lebih banyak….?


Dan komentar mana yang paling anda sukai..?


Yang membaca ayooo,,,tulis jawabannya dikolom komentar dibawah ini, jangan melamun saja yach…hehe.


- Komentar Cabe Rawit


Cabe rawit memang rasanya pedas, jadi kalau ada orang yang berkomentar pedas sepedas cabe rawit maka kemungkinan akan membuat muka kita memerah dan membuat daun telinga kita bergerak – gerak.


Hal ini normal – normal dan wajar – wajar saja, sebab mana ada orang yang rela dengan ikhlas menerima sebuah amarah dan ocehan berupa kata – kata, baik melalui kolom komentar blog maupun dengan cara lain.


Tapi,,,,,,kalau kita sudah terbiasa mendapat komentar seperti itu, maka komentar pedas sepedas cabe rawitpun bukanlah sebuah persoalan.


Malah akan ketagihan,,,,seperti layaknya makan nasi tanpa sambal akan terasa kurang nikmat.


Tetapi bagaimana dengan orang yang jarang atau tidak suka dengan komentar sepedas cabe rawit tersebut…?


Sudah tentu sebuah konflik akan terjadi,,,,baik kecil –kecilan ataupun akan menjadi besar.


Kalau saya pribadi komentar pedas, merupakan sebuah warna tersendiri yang menghiasi sebuah blog.


Komentar pedas itu hadir dari orang terdekat yang penuh perhatian dan kasih sayang.


Komentar pedas itu merupakan sebuah cambuk, yang akan mendorong kita pada sebuah kata “berhasil “.


Coba anda bayangkan kalau kata – kata yang ada dikolom komentar blog kita semuanya manis – manis, tentunya akan mengandung banyak pertanyaan dari kita sebagai pemilik blog.


Seperti …..

Apakah komentar pembaca hanya untuk menyenangkan hati pemilik blog ?
Atau memang hanya sekedar basa – basi ?

Tetapi bukan berarti sang pemilik blog selalu ingin mendapat komentar pedas loh…..


Ohy Komentar pedas juga sebagai bahan koreksi kita, sehingga kita bisa memperbaiki apa yang kita rasa kurang.


Jadi anggap sebagai bahan masukan asalkan kita lihat dari sisi positifnya.


Bersambung ke Suka Komentar Cabe Rawit atau Suka Komentar Gula Aren PART II “ yang membahas komentar rasa gula aren.


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

4 komentar:

  1. kalo di bangnasti lebih banyak komentar manis semanis madu kang, daripada yang pedas..

    dan sebenarnya saya terima keduanya,

    di kasi yang manis, buat saya senang,
    dikasi yang pedas, biar buat saya lebih terpacu perbaiki apa yang kurang di bangnasti..

    cuma pengen aja dapat komentar cabe dari kang nata nih di bangnasti..

    apalagi cabe rawit yah..hehehe

    BalasHapus
  2. hehehe,,,,,saya juga sama,,,

    benerrr,,,mau komentar rasa cebe rawit saya bang,,,ntr malas ke blog saya lagi loh....hehehe.

    BalasHapus
  3. ada-ada saja...

    kan komentar demi kebaikan kang..
    jangan di paksa harus komentar baik terus dong..

    kan biar jadi lebih baik dan sukses bersama

    BalasHapus
    Balasan
    1. ...hehe...sudah sifat sich bang....,maunnya memberi kalimat atau kata yang baik2 saja...heheh.

      Hapus