Artikel ini sambungan dari judul artikel  Suka Komentar Cabe Rawit Atau Suka Komentar Gula Aren PART I  yang saya tulis sebelumnya, jadi yan...

Suka Komentar Cabe Rawit Atau Suka Komentar Gula Aren PART II

By | Maret 17, 2017 8 comments

Artikel ini sambungan dari judul artikel Suka Komentar Cabe Rawit Atau Suka Komentar Gula Aren PART I yang saya tulis sebelumnya, jadi yang dibahas adalah tentang poin yang kedua yaitu Komentar rasa gula aren.

- Komentar Gula Aren


Seperti layaknya rasa gula aren yang manis, maka komentar pembaca pada kolom komentar tentunya akan semanis gula aren.

SUKA KOMENTAR CABE RAWIT ATAU SUKA KOMENTAR GULA AREN PART II
tanobat.com
Dan tentunya komentar seperti ini sangat umum dan banyak terjadi pada rata – rata setiap blog, salah satu tujuannya adalah untuk membuat hati pemilik blog menjadi berbunga –bunga alias senang.

Disatu sisi komentar rasa gula aren ini memang sangat mendorong hati sang admin menjadi semangat dalam ngeblog.


Tetapi……jika hal ini terus berlanjut maka, akan membuat pemilik blog jadi terlena, karena tidak tahu sisi buruk dari sebuah tulisannya.


Sehingga sebuah keseimbangan sepertinya tidak terjadi.


Hadirnya sebuah komentar manis semanis gula aren ini pada kolom komentar kebanyakan untuk menjaga perasaan hati sang Admin.


Tetapi bukan berarti kita harus berkomentar pedas melulu, berkomentarlah apa adanya alias objektif saja.


Jadi kalau menurut saya lebih enak berkomentar yang sedang – sedang saja, tidak terlalu manis dan tidak terlalu pedas.


Kalau menurut pembaca bagaimana ?


Suka komentar pedas atau komentar manis ?


Tapi……..untuk orang dengan tipe mudah patah hatinya, komentar rasa gula aren ini memang terbilang cocok.


Sebab sudah pasti akan mendorong semangatnya, dan sangat tidak cocok diberi komentar pedas, sebab akan membuat dia kecewa lalu membenci sang komentator.


Tapi,,,permasalahannya adalah bagaimana kita mengetahui, kalau sang pemilik blog suka atau tidak suka komentar pedas ?


Apa kita harus bertanya dahulu kepada pemilik blog :


  “ Mas  , suka komentar pedas atau manis ? “……


Lalu dijawab :


“ Suka pedas tapi cabenya 7 saja yach,,,soalnya suka mules…”


Atau….


“ Mas , Suka Komentar pedas atau manis ? “……


Lalu dijawab :


“ Suka manis…..tapi gulanya setengah sendok saja, soalnya takut terkena diabetes …“.


Kan,,,,lucu sekali kalau ada negosiasi dahulu sebelum berkomentar, kesannya tidak alami gitu.


Disamping itu juga kolom komentar pasti penuh dengan pertanyaan pilihan suka atau tidak suka.


Jadi bijaksananya adalah berkomentarlah yang bersifat menambah, membangun, memberi masukan dengan cara yang sopan, apakah begitu….?


Kalau saya pribadi terkadang suka yang manis dan terkadang suka yang pedas, tergantung situasi.


Demikianlah artikel ini dibuat semoga bermanfaat, ohya berkomentarlah dengan jumlah cabe 7 buah saja, yach soalnya saya suka mules,,,,hehe.



Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

8 komentar:

  1. Balasan
    1. iya betul sekali...untunglah saya tidak terlalu ketergantungan dengan cabe...hehe.

      Hapus
  2. Mendapat Komentar pedas ternyata lebih sulit dari pada mendapatkan komentar manis ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia sich mas,,,karena rata2 para Blogger..lebih mengedepankan rasa sopan dan santun...seperti mas Rendy ini.:)

      Hapus
  3. Ya bener banget kang kebanyakan blogger lebih mengutamakan rasa sopan jadi mereka tidak mau kasih cabe yang rasanya pedes.

    Tapi mungkin kalau di pesen cabe pedesnya bakal di kirim kang hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung harga cabe sekarang mas rendy,,,kalau sdh murah saya kirim yang super pedassss yachhh...hehe.

      Hapus
  4. Oke kang di tunggu kiriman cabenya.. Tapi jangan lupa kirim juga kirim gula arennya ya biar ngk ke pedesan hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha...sekalian buah jambu,,biar bisa dibuat rujak petis,,hehe.

      Hapus