29 March 2017

Yuk Ganti Sandal Sebelum Putus di Tengah Jalan !

Artikel kali ini tidak akan bercerita tentang asal usul sandal, bagaimana benda itu awalnya tercifta dan bagaimana prosepeknya usaha sandal dimasa kini.

Tapii….hanya bercerita seputar pengalaman saya membeli sandal dengan harga terjangkau tapi kualitasnya tidak murahan.


GANTI SANDAL SEBELUM PUTUS DI TENGAH JALAN
Awalnya saya berniat membeli sandal idaman saya, yaitu sandal dengan merk Yongxxxx Komxxxx, sebab dari pengalaman terdahulu sandal dengan merk tersebut  tahan lama dan nyaman dipakai.

Akan tetapi……..saya kaget sebab harganya sudah jauh lebih mahal harga yang pernah saya beli terdahulu, padahal sudah discount 40 % + 20 %, tetap saja masih mahal dari ukuran kantong saya.


Lalu….saya melirik sandal dengan merk yang berbeda, tapi dengan kualitas yang sama dan akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada sandal tersebut.


Lalu saya kemudian,,,,mencari Pramuniaga yang menjaga sanda – sandal tersebut, tapi…….aneh sekali, sebab para Pramuniaganya tidak menampakkan diri, usut – punya usut ternyata hanya ada seorang lelaki yang menjaga sanda- sandal tersebut.


Padahal lapak sandal tersebut termasuk cukup luas dan memerlukan tenaga lebih dari satu pramuniaga.


Tapi,.,,,,ahhhh sudahlah, pikir saya waktu itu yang penting saya bisa mendapatkan sandal yang saya mau.


Dan Akhirnya sandal tersebut saya beli dengan harga Rp.60 ribu rupiah, setelah dipotong diskon.


Karena masih ada sisa uang sekitar 100 ribu di dalam dompet saya, maka saya coba – coba lirik sebuah sepatu yang dibandrol dengan harga Rp.99 ribu rupiah.


Setelah dicoba dan diukur, ternyata pas dikaki saya, begitupun juga dengan warnanya juga saya suka, lalu saya putuskan untuk membelinya dengan sisa uang yang ada didalam dompet tersebut.


Tapii………lagi – lagi sang Pramuniaga sepertinya lenyap ditelan bumi, sebab saya panggil – panggil juga tidak menyahut, saya lihat kiri kanan juga tidak kelihatan.


Terpaksa saya harus mendekati sebuah ruangan yang berbentuk gudang, dan mengeraskan suara, agar panggilan saya didengar.


Dan akhirnya Pramuniaga tersebut keluar dan memberikan saya selebar kertas, agar saya membayar pada kasir yang sudah ditunjuk.


Tempat saya membeli sandal tersebut, merupakan sebuah Mall Kecil yang ada di Kota saya, tetapi saat saya belanja sandal tersebut situasi pembeli memang sedang sepi, dan hanya saya yang terlihat membeli.


Demikianlah artikel singkat ini dibuat semoga bermanfaat, jika ada kesalahan pada ide dan penulisan saya mohon maaf..


2 komentar:

  1. Fotonya udah bener.. sayang yang megang tangannya kayaknya gemetaran mungkin karena liat SPG cantik yah..

    Hehehe.. kelihatan agak kabur karena yang memegang kamera tangannya tidak stabil neh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya agak kabur sich Pak...memang benar kata Pak Anton...saya terlalu cepat mengambil gambar,,,,semestinya harus distabilkan dahulu tangannya.

      mksih koreksinya Pak....saya akan coba perbaiki terus tekhnik memfhoto saya.

      mmmm,,,tidak ada SPG pak di Lapak jualan sandal laki2...padahal biasanya,,,banyak,,hehe.

      yang ada cuma laki2..itu juga hanya satu orang.:)

      Delete