pixabay Sebuah ilmu penting yang saya dapatkan karena hikmah kunci kontak motor yang rusak tanpa sengaja. Awalnya kisahnya…… Suatu ...

Bengkel Motor Dan Ilmu Seharga Sepuluh Ribu Rupiah

By | Juni 12, 2017 2 comments

Bengkel Motor Dan Ilmu Seharga Sepuluh Ribu Rupiah
pixabay

Sebuah ilmu penting yang saya dapatkan karena hikmah kunci kontak motor yang rusak tanpa sengaja.

Awalnya kisahnya……

Suatu malam habis dari berbelanja, kunci kontak motor rusak dan harus membuka bodi motor untuk mengeluarkan serta menganti kunci tersebut.

Dan ada satu baut bodi motor yang susah dibuka dan harus dibuka menggunakan kunci ketok.

Sudah tentu untuk lebih mudah mengatasi problem tersebut saya mampir disebuah bengkel motor  yang kebetulan searah dengan rumah saya.

Walaupun bengkel tersebut rupanya mau tutup, akan tetapi tetap saya cegat untuk tidak segera menutup “ toko “nya.

Lalu saya langsung to the point untuk mengatakan masalah yang saya alami. 

“ Kak bisa membuka baut yang dibodi motor saya, tapi harus pakai kunci ketok soalnya agak susah “ Ujar saya.

“ Ahhh….gampang “ Kata si Pemilik Bengkel dengan percaya diri.Dan saya pun jadi optimis akan jawaban pemilik Bengkel.
Sambil mengendurkan baut dengan kunci ketok, maka saya coba mengajaknya bicara.

“ Kak cepat sekali majunya usaha bengkel motornya ?…. dahulu saat saya pertama kali kesini, masih berupa usaha tampal ban saja “ Kata saya dengan nada suara kecil.( maklum lagi puasa, jadi bawaannya lemasss…gitu ).

“ Alhamdullilah “ Katanya sambil memainkan kunci dan mengetok baut dengan kekuatan sedang.

Lalu ia berkata kembali……

“ Usaha itu tergantung dengan prinsip kita, kalau kita mau maju maka, kita harus melakukan pembukuan keuangan usaha “ katanya dengan nada sedikit keras dan bersemangat.

Saya menjadi terdiam sejenak dan membhatin “ ini orang sepertinya ingin curhat dan sekaligus mau berbagi Pengalaman “.Padahal saya tidak begitu kenal dan dia tidak mengenal saya.

Karena saya yakin akan mendapat bocoran Ilmu Usaha, maka saya mencoba memancing lebih dalam pengalamannya melalui sebuah pertanyaan.

“ Maksudnya bagaimana yach Kak “ ujar saya seperti orang Bodoh.

Kemudian Sang Pemilik Bengkel pun menjawab pertanyaan saya dengan sebuah cerita.

“ Dahulu saya membuka usaha dengan berkebun dan akhirnya saya tinggalkan, karena saya tidak suka tempat sepi” ujarnya memulai cerita.

“ Lalu ada seorang keluarga yang  memberikan masukkan untuk membuka usaha tampal ban saja dan tentunya sebelum membuka usaha saya pelajari dengan seksama “.

Saya pun menganguk – angguk tanpa berkata – kata dengan tujuan agar si Pemilik Bengkel bisa meneruskan ceritanya dan ternyata benar ia melanjutkan ceritanya.

“ Namun sebuah usaha harus menggunakan Prinsip dan pembukuan keuangan.Prinsip saya adalah tidak akan makan dahulu sebelum ada pemasukan agar modal tidak habis “.

“ Dan kita harus melakukan pembukuan keuangan dengan tujuan, agar uang yang masuk bisa kita gunakan untuk penambahan modal usaha, untuk bayar sewa dan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari ” Katanya kembali.

“ Jangan sampai pengeluaran kebutuhan sehari – hari melebihi dari keuntungan hari itu, sebab akan membuat usaha kita tidak maju.”

“ Jika penghasilan kita sehari adalah sebesar lima puluh ribu, maka harus disisihkan untuk sewa, untuk penambahan modal dan sisanya untuk makan” katanya lagi sambil bersemangat .

“ Saya saja jika ada 3 ban dalam yang sudah terjual, maka saya akan buru – buru membelinya kembali dan tidak menunggu habis semua, agar uang kita menjadi berputar”Ujarnya.

Dan uang yang disisihkan untuk pos penambahan modal, walaupun hanya bisa membeli baut saja, maka akan saya beli sehingga spare part yang ada dibengkel sudah bertambah.

Sambil menatap mata saya, ia berkata kembali “ coba bayangkan kalau seandainya sehari kita bisa membeli 3 buah ban dalam motor yang uangnya bersumber dari pos penambahan modal, maka dalam tiga puluh hari jumlah ban dalam akan bertambah sebanyak 90 buah “.

“ Dan kalau setahun sudah berapa ? “ Tanya si Pemilik Bengkel kepada saya, seolah – olah sedang mengetest ilmu Matematika saya.

“ sebanyak 1.095 buah Kak “ jawab saya dengan cepat, karena saya kalikan saja dengan catatan @1 tahun ada 365 hari di kalikan 3 buah ban, maka hasilnya adalah 1.095 buah ban dalam motor.

Coba dech pembaca kalikan kembali….pakai kalkulator, siapa tahu salah.

Lalu si Pemilik Bengkel Motor itu berkata kembali “ Nah….cukup banyak bukan ! keuntungannya kalau sudah setahun, padahal kita hanya menyisipkan sedikit keuntungan dalam sehari, buat penambahan modal.”

“ untuk makan saya tidak terlalu memilih makanan yang mahal dan istimewa, cukup seharga uang yang disisihkan pada pos kebutuhan makan saja”.

“ Jika kita terlalu memaksakan diri, maka sulit buat kita untuk memajukan usaha,karena uang yang masuk hanya habis buat makan” katanya kembali masih dengan nada semangat untuk bercerita.

“ Prinsip awal saya adalah tidak mau berhutang demi mengembangkan usaha bengkel ini, karena biarlah pelan namun pasti, daripada kita tidak bisa bayar hutang lalu usaha kita ditutup karena bangkrut.”ujarnya kembali tanpa saya potong ceritanya.

Dalam hati saya membenarkan pendapat si Pemilik Bengkel tersebut.

“ Kunci Usaha saya adalah pada pengaturan keuangan, baik pemasukan atau pengeluaran “ katanya Kembali.

Kemudian bicaranya saya potong” Kak saya beli 4 buat dan berapa harganya plus membuka baut tadi” kata saya.
lalu diberi harga sepuluh ribu rupiah plus service membuka baut.

Saya pun membhatin dalam hati “ sepertinya hari ini saya mendapatkan sebuah ilmu penting dengan modal sepuluh ribu rupiah “.

Setelah baut barunya terpasang, sepertinya si Pemilik Bengkel tidak lagi meneruskan cerita dan pengalamannya, itu tandanya saya harus segera  pulang kerumah, seraya berkata “ terima kasih yach kak “.

“ Iya “ jawabnya.

Dalam perjalanan saya pun mencoba menghubungkan kejadian kunci kontak yang rusak waktu itu dengan cerita yang saya dapatkan dari pemilik Bengkel Motor tersebut.

Mungkin ini cara Yang Maha Kuasa memberikan saya Ilmu tentang pengaturan keuangan, sebab saya akui memang saya orangnya suka boros dan tidak memperhitungkan sama sekali pengeluaran, padahal pemasukan keuangan pas – pasan.

Mungkin ini adalah titik dimana saya harus mengatur pengeluaran dengan menggunakan pengalaman dan cerita si Kakak itu.

Terima Kasih Ya Allah atas Ilmu Seharga Sepuluh Ribu Rupiahnya dan Terima Kasih Kakak Pemilik bengkel atas cerita pengalamannya.

Saya yakin ilmu yang diberikan akan bermanfaat buat saya.Amin

Sekian.



Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

2 komentar:

  1. Dan saya dapat ilmu gratis dari sini..:D

    BalasHapus
  2. haha......besok ada artikel baru lagi lohh pak !....gratissss....jugahh....!hehe...

    BalasHapus