Pernahkah pembaca menyadap pohon karet saat bulan Ramadan ? kalau pernah, apakah Ibadah puasanya tetap jalan ? jawabnya hanya pembaca sendi...

Pengalaman Kerja Menyadap Pohon Karet Di Bulan Ramadan

By | Juni 17, 2017 Leave a Comment

Pernahkah pembaca menyadap pohon karet saat bulan Ramadan ? kalau pernah, apakah Ibadah puasanya tetap jalan ? jawabnya hanya pembaca sendiri yang tahu.

Sedangkan saya pernah dan bahkan sering setiap tahunnya berpuasa di Bulan Ramadan sambil menyadap karet.

Itu terjadi sekitar 10 tahun silam, saat  dimana saya belum mendapatkan pekerjaan tetap.


Pengalaman Kerja Menyadap Pohon Karet Di Bulan Ramadan
ulinulin.com

Menyadap pohon karet sambil berpuasa merupakan sebuah tantangan yang cukup berat, karena harus menguras banyak tenaga dan melawan rasa lapar serta haus.

Dimana waktu itu saya harus berjalan kaki sekitar 30 menit untuk sampai ke kebun karet dan sudah tentu stok tenaga saya sudah mulai berkurang, karena energy tubuh sudah berceceran dijalan.

Walau sudah mulai berkurang, saya harus tetap bersemangat untuk menoreh pohon karet yang jumlahnya sekitar ratusan batang.

Ohy ….kalau bulan puasa pergi ke kebun karet biasanya lebih pagi sekitar pukul 05.00 pagi atau setelah shalat Subuh Usai.

Tujuannya agar rasa kantuk saat selesai Shalat Subuh bisa diusir dengan dinginnya udara di dalam hutan saat pagi hari dan bisa pulang lebih cepat.

Biasanya sekitar 3 jam tanpa istirahat pekerjaan menoreh pohon karet pun kelar dan sudah tentu tubuh saya sedikit sempoyongan karena baterai energy tubuh saya mulai menipis.

Cara jitu yang sering saya pakai agar perut tidak terasa keroncongan setelah usai menyadap pohon karet adalah dengan mengikat perut dengan kain yang dibuat seperti ikat pinggang.

Dengan begitu rasa lapar tidak begitu terasa, namun rasa hauslah yang menguji iman saya.Sudah tentu kalau mulut terasa haus harus diatasi dengan cepat – cepat membasahi kepala dengan air.

Kalau pulang dari menyadap pohon karet,  maka saya segera mandi dan biasanya setelah mandi rasa kantuk menjadi – jadi, sehingga tertidur pulaslah saya setelah Shalat Zuhur.

Dan kalau bangun…mmm tubuh ini rasanya sakit – sakit dan pegal – pegal sekali ditambah dengan tubuh yang enggan bergerak lincah seperti biasanya, karena stok tenaga sepertinya tinggal 10 persen.

Pekerjaan menyadap karet di Bulan Ramadan, tidak bisa saya tinggalkan karena kebutuhan akan uang dan prinsip saya tidak mau menggangur pada waktu itu.Ohy baca juga " PENGALAMAN KERJA MENYADAP POHON KARET PART II " yang merupakan kisah - kisah pengalaman seputar bergelut di hutan Karet.

Kalau dibandingkan dengan masa lalu, sekarang ini saya sangat bersyukur pekerjaan menyadap sudah bisa saya tinggalkan.Alhamdulillah

Sekian.


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: