26 Juli 2017

Siap – Siap Buat Dodol Atau Wajik, jika Ingin Melamar Gadis di OKU

Di Daerah saya Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan jika ada Seorang Laki – laki yang ingin melamar anak gadis orang, maka harus siap –siap membuat makanan yang bernama Dodol dan Wajik.

Dodol adalah makanan manis yang terbuat dari bahan – bahan seperti  santan kelapa, tepung ketan, gula pasir, gula merah, dan garam.

Wajik adalah makanan manis yang terbuat dari bahan dasar beras ketan,gula pasir, gula merah dan bahan lainnya.

Siap – Siap Buat Dodol Atau Wajik, jika Ingin Melamar Gadis di OKU
Dodol yang sudah Di Kemas dalam Kotak Plastik
Jadi jika anda adalah dari pihak laki – laki yang berasal dari luar daerah saya, jangan kaget dengan adat - istiadat tersebut, turuti saja sebab itu adalah permintaan sang gadis.

Lain cerita kalau ia tidak meminta.

Jumlahnya juga bisa dinegosiasikan kok, tergantung negosiasi antara sang laki – laki ( calon suami ) dengan sang Gadis ( calon Istri ), namun umumnya tetap ada.

Semakin banyak dodol atau wajik yang diberikan maka, akan semakin banyak pula perabotan yang akan diperoleh oleh kedua pasangan calon suami istri tersebut.

Mungkin binggung yach …..? kok dapat perabotan ? seperti system barter saja.

Begini…..

Dodol atau wajik yang diberikan oleh pihak laki – laki itu akan diberikan kepada keluarga terdekat dari pihak sang Gadis.

Dan keluarga dari Pihak sang gadis jika sudah menerima dodol atau wajik, maka wajib memberikan sesuatu barang kepada Sang Gadis.

Barang – barang yang diberikan juga beraneka ragam, seperti panci, kuali, baskom, magic jer, dan jenis perabotan lainnya sesuai dengan ukuran wajik atau dodol yang diberikan oleh pihak keluarga sang gadis.

Semakin besar ukuran wajik dan Dodol, umumnya barang atau perabotan yang diberikan juga akan besar juga.

Misalnya :

Pihak sang Gadis memberikan Dodol atau Wajik dengan berat 1 Kg, maka biasanya perabotan yang akan diberikan pihak penerima berupa kompor Gas dengan dua tungku api.

Namun jika ukuran dodol dan wajik yang diberikan sebesar dua jari kelingking, maka biasanya berupa mangkuk gelas ukuran sedang.

Jadi bayangkan saja jika permintaan sang gadis adalah dodol atau Wajik dengan ukurang 1 kg / bungkus dengan jumlah 1000 bungkus.

Mungkin dua truk perabotan rumah akan di dapatkan dan siap diangkut.

Sebenarnya tujuan budaya permintaan Dodol atau Wajik ini, agar setelah menikah sang Suami atau Istri tidak lagi repot – repot membeli perabotan rumah karena sudah lengkap secara umum.

Bagi pihak laki – laki yang ingin menyediakan dodol atau wajik ini jangan binggung, sebab didaerah saya ada kok pengusaha makanan tersebut.

Tinggal pesan, lalu bayar….beres.

2 komentar:

  1. Mirip dengan adat Betawi yah... heuheu.. waktu adik ipar mau menikah dengan gadis sana, bawaan juga seperti itu. Cuma tambahannya bukan dodol tapi roti buaya.

    Untung saya menikah dengan orang Sunda modern, jadi nggak ruwet bawa ini dan itu. Bahkan bawaannya dikemas barengan sama calon istri waktu itu... hahahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. mirip - mirip gitu Pak...cuma tidak bawa roti buaya, melainkan bawa " UANG ASAP " Pak.

      tapi kalau anak Pak Anton si Kribo dapat Orang daerah saya...siap2 saja yach pak... pesan dodol dan wajik sebanyak mungkin, bila perlu jadi dengan keluarga saya saja dech.... gampang Musyawarahnya....heheh.

      Hapus