17 Desember 2017

Kaitan Sinetron Tukang Ojek Pengkolan Dengan Blog

Sering nonton Sinetron Tukang Ojek Pengkolan di RCTI ? kalau sering, berarti nasib kita adalah sama, sama – sama menjadi pengemar Sinetron TOP.

Tapi kalau belum pernah, maka saya akan gambarkan sedikit saja.

Sinetron yang dikenal dengan nama TOP ini merupakan sebuah cerita yang mengambarkan tentang kehidupan sehari – hari para tukang ojek dan warganya disebuah desa yang bernama Rawa Bebek.

Kaitan Sinetron Tukang Ojek Pengkolan Dengan  Blog
Walau kisah yang diperankan oleh para pemainnya merupakan kisah yang sederhana, namun dikemas secara menarik. Sehingga tidak heran Sineteron tersebut banyak digemari para penonton dan sekarang ini sudah mencapai lebih dari 900 seri.

Apa yang menarik dan apa kaitannya dengan blog ?

Yang menarik dan menonjol dari Sinetron TOP ini ada dua menurut saya  :
-         Setiap pemerannya memiliki ciri khas tertentu

Kalau kita sering menonton Sinetron TOP maka kita akan hapal gaya setiap pemerannya.

Misalnya :

Si Emak : ciri khasnya adalah setiap perkataannya akan diselipi dengan kalimat “ Seperti itu ! “ jika ia berbicara dengan orang lain.

Si bobi :  ciri khasnya adalah suka merapikan poni rambutnya jika ia lagi senang.

Si Purnomo :  ciri khasnya adalah suka menggunakan kata “ iyaaa donggg…!!

Dan masih banyak lagi, yang rata – rata pemainnya memiliki gaya atau khas tertentu.

Gaya khas ini merupakan salah satu daya tarik setiap pemain.


-         Ceritanya Sederhana, Ringan dan menarik  namun Sesuai Kenyataan

Ceritanya mudah dipahami sebab Cuma mengkisahkan aktivitas kehidupan sehari – hari saja, Cuma pengemasannya dibuat semenarik mungkin dan membuat orang tertawa karena prilaku para pemerannya.

Kaitan Sinetron TOP dengan Blog :

-         Blog perlu memiliki Ciri khas

Gaya atau ciri khas pemeran di Sinetron Top kalau menurut saya bisa digunakan untuk menentukan tema blog dan gaya penulisan kita.

Sebuah blog yang memiliki khas yang cukup kental adalah blog Agus Mulyadi. Blog tersebut berisikan cerita sehari – hari yang dikemas dengan gaya lucu dan selalu diselepi dengan bahasa Jawa.

-         Blog perlu ditulis menggunakan gaya bahasa yang ringan dan mudah dimengerti

Jika tulisan diblog menggunakan gaya bahasa yang ringan, bukan seperti menulis skripsi maka pembaca akan lebih enjoy dalam membaca.


Tapi kalau berat sepertinya pembaca akan pusing.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon