28 Desember 2017

KAMAR TIDURKU PERNAH MENJADI SARANG LEBAH LALAT

Iya.Betul, kamar tidur saya pernah dijadikan markas / sarang lebah lalat pada tahun 2013 silam. Memang sudah cukup lama sich kejadiannya, namun masih saja terbayang dipelupuk mata, apalagi saat memandangi sudut atas ruangan kamar tidur. Jadi terbayang terus.

Lokasi tepatnya lebah lalat yang masuk jenis serangga ini membuat sarangnya , yaitu diatas ranjang kamar saya.


KAMAR TIDURKU PERNAH MENJADI SARANG LEBAH LALAT
Gambar Ilustrasi sebab saya tidak sempat memfhotonya waktu itu


Coba  Pembaca bayangkan , kalau seandainya diatas kamar tidur Anda mengantung tanpa permisi ratusan hingga ribuan lebah ? 

Sedangkan Anda sedang tidur nyenyak dibawahnya dan pada saat terbangun muka Anda sudah dihinggapi oleh ratusan lebah. Bagaimana, ngeri bukan ?

Sambil menunggu Anda membayangkan Sarang Lebah yang mengantung, maka saya akan sedikit ceritakan kejadiannya.

Pada waktu sore sekitar pukul 17.00 WIB , saya cukup terkejut dengan banyaknya lebah yang masuk ke dalam kamar. Kemudian saya coba untuk menutup pintu kamar.

Namun aneh serangga yang memiliki nama latin Apis Cerana ini tetap saja masuk tanpa diundang melalui ventilasi rumah yang terbuka. Jumlahnya Pun semakin banyak  dan saya perhatikan mulai saling menumpuk lebahnya disudut Plafon kamar tidur.

Ukuran tubuh si lebah ini juga agak berbeda dengan lebah madu yang biasa saya temui dihutan, kali ini ukuran tubuh si lebah sedikit cebol ( kecil ).

Tanya sana sini, akhirnya saya dapat informasi ternyata lebah yang bersarang dikamar saya itu adalah lebah lalat. Pantas saja ukurannya lebih kecil dari lebah madu hutan atau lebah ternakan, namun lebih besar sedikit dari ukuran tubuh lalat, ya sebelas dua belaslah ukuran bodynya dengan lalat.

Sarang lebah lalat yang sudah resmi dibangun tanpa IMB itu ternyata membuat saya merasa tidak nyaman. Sebab membuat saya was – was, khawatir akan menyerang saya disaat saya sedang bermimpi indah.

Namun setelah dua tiga hari, lebah lalat tersebut tidak menganggu saya, mungkin lebah – lebah itu tahu diri, karena sudah numpang dikamar saya.Mungkin.

Serangga yang menghasilkan madu ini ternyata memiliki kebiasaan rutin. Kalau pagi hari pada sekitar pukul 05.00 WIB lebah – lebah ini meninggalkan sarangnya dan menuju keluar rumah, saya pikir pagi amat lebahnya mencari nafkah.

Sedangkan pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB Si Serangga Penghasil Madu ini pulang ke kandang ( sarangnya ).

Karena dari awal kehadiran lebah lalat ini tidak membahayakan diri saya, maka saya sebagai tuan kamar tidak mengusir lebah – lebah yang berbentuk mungil tersebut.

Rencana saya adalah membiarkan lebah  lebah lalat  tetap disana, sampai benda cair yang bernama madu yang mereka hasilkan siap untuk saya panen.Barulah saya dengan garangnya mengusir mereka, begitu planning saya.

Saat lebah – lebah pekerja meninggalkan sarangnya, ternyata ukuran sarangnya tidak lah terlalu besar, hanya ukuran lima jari orang dewasa. Sangat kecil sekali, mungkin lebah pekerjanya dari keturunan lebah pemalas . Padahal disekitar rumah banyak buah – buahan yang sedang berbunga.

Kalau dipanen mungkin madunya sebanyak 17 sendok teh. Cukuplah untuk dicampurkan dengan telur ayam kampung selama 3 hari.

Selain berbekal keyakinan, memelihara sarang lebah lalat juga butuh pengetahuan. Dari yang saya ketahui, lebah itu tidak akan menyengat tubuh kita, jika tidak diganggu atau sedang terjepit.

Kalau mengganggunya sich saya tidak berani, Tapi kalau lebah – lebah itu secara tidak sengaja jepit atau masuk kedalam baju, mungkin saja bisa terjadi. Karena pernah pada waktu itu si lebah masuk kedalam baju koko saya, saat sedang shalat Magrib.

Untung Si Lebah  Lalat penghasil madu itu masih punya belas kasian dengan saya, coba kalau lebah lalatnya sedang mencari target untuk disengat, pasti tubuh saya jadi sasaran empuk masuknya Melittin, zat yang utama dalam racun lebah.

Kalau saat saya akan tidur maka, saya sering mematikan lampu kamar, dengan harapan si Lebah Lalat pengisap madu bunga ini tidak menghampiri saya. Dan ternyata cukup jitu, trik yang saya pakai.

Saat umur sarang lebah lalat masuk tiga minggu saya pun mulai tidak sabaran untuk segera menikmati madu yang mengantung diatas kasur saya itu. 

Yang konon kata orang – orang pinter, madu yang dihasilkan lebah itu mengandung Vitamin A, Kalium, Natrium, Kalsium, dan bisa bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat, Membantu Menghilangkan luka, Mencegah Kanker, memerangi bakteri di dalam tubuh, meningkatkan stamina, meningkatkan kesuburan, mencegah stress dan masih banyak lagi.

Proses penggusuran sarang lebah lalat pun mulai saya jalankan dengan berat hati dengan bantuan asap api. Tidak perlu menunggu lama akhirnya lebah – lebah itu pun keluar dari pintu kamar yang sudah saya buka sebelumnya.

Kenapa harus mengeksekusi sarang lebah lalat saat malam hari ? pada malam hari penglihatan mata lebah tidak tajam bisa dibilang minus 1000 lah mata si Lebah penghisap sari bunga itu.

Sehingga kemungkinan kita tersengat lebah sangat tipis, kecuali lebahnya masuk kedalam celana dan terjepit.

Penggunaan asap api merupakan senjata ampuh untuk mengusir segala jenis binatang yang dijuluki serangga, terutama dari jenis Lebah.


Bagaimana hasil Madu Pasca Pembubaran Sarang Lebah lalat ?

Sesuai predisi saya dari awal madu yang dihasilkan tidak akan banyak, hanya sekitar 10 sendok makan. Sebuah hasil yang tidak sepandan jika terlalu lama memelihara lebah lalat itu di dalam kamar.

Madu yang dihasilkan oleh lebah lalat pun tidaklah berwarna kuning seperti warna madu pada umumnya, melainkan berwarna bening / putih. Faktor yang mempengaruhi warna madu biasanya tergantung dari jenis – jenis bunga yang dihisap sarinya. 

Bunga Kopi, Bunga Pohon Bungur, Bunga Duren , bunga rambutan biasanya akan membuat warna madu menjadi terlihat kuning. 

Bunga jambu atau bunga dari tanaman yang hidup dipekarangan rumah cenderung akan membuat warna madu menjadi bening.

Lebah lalat yang membuat sarangnya dengan bantuan lilin ini setelah saya usir dari kamar ternyata tidak pernah kembali lagi. 

Mungkin lebah lalat tersebut sudah kapok atau mungkin sedang mencari kamar tetangga sebelah untuk dijadikan sarangnya. Tak tau lah saya.

Selama lebah lalat itu menginap dirumah saya, hanya satu kali saya terkena stinger atau alat penyengat lebah, itu pun karena si lebah sedang nyasar masuk kedalam pakaian saya pada waktu siang hari.

Rasa sengatnya memang tidak enak sekali, panas, pedas dan bercampur rasa gatal – gatal dikulit. Rasa tidak enak dikulit itu terjadi karena kandungan protein pada racun si  lebah memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan sel kulit sehingga menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan di sekitar area sengatan. 

Kata orang pintar seseorang yang pernah tersengat lebah atau memiliki alergi terhadap racun lebah akan berisiko mengalami alergi yang lebih berat hingga syok anafilaksis. Anafilaksis adalah sebuah reaksi alergi pada tingkatan yang parah hingga bisa menyebabkan kematian bagi penderita. Seram bukan ?

Untung saya tidak punya riwayat alergi, cukup diolesi balsem, maka rasa tidak enak akibat sengatan si lebah lalat itu pun bisa teratasi.

Bagaimana dengan pembaca punya pengalaman rumahnya dijadikan sarang lebah lalat ?

Artikel Terkait

8 komentar

Artikelnya keren! Pembahasannya mengalir banget, top deh.

Dan yang paling saya tunggu saat menbaca adalah bagian akhir. Sebanyak apa madu yang didapatkan. Ternyata tidak banyak ya. Tapi jadi pengalaman berharga, dan bahan tulisan yang bagus sekali.

ogahh... sakit kalau kena sengat. Was was banget kalau tidur bareng lebah segitu banyak. Sudah pernah merasakan kena sengat.. ampuun..

Berani juga Kang tidur bareng lebah

hahahah...bisa saja Mbak Nisa ini.

Madunya ngk banyak diperoleh Mbak, jadi ngk bisa bagi2 dengan tetangga.

Untuk Mbak Nisa saya cuma kasih ceritanya saja, syukur2 kalau pengalaman saya bisa menjadi sesuatu yang berguna buat pembaca. :)

Saya modal Nekad dan Pasrah saja Pak, sebab kalau tidur diruangan tengah saya malah ngk bisa tidur. Rasanya memang Asyik asyik pedas Pak, dan bikin malas ketagihan. :)

Ohy Foto Profilenya G+ nya agak beda, ternyata menggunakan G+ " Umum Sekali " yach, hehehe...

Saya pernah mendapati lebah ini di rumah om saya kang di kampung.

Mereka membangun sarang di rak piring di dapur, karena rak piring om saya terbuat dari kayu.

Jadi agak ngeri kalau melewati nya.

Lebah nya kecil-kecil madunya juga dikit.

Benar juga sehabis madunya di ambil lebahnya bubar entah kemana.

ngk apa2 kok, ngk gigit cuma nyengat saja, kalau terjepit atau diganggu. :)

kalau dirumah ada sarang lebahnya itu artinya rumah kita itu cukup aman dan nyaman, serta bebas gangguan dan polusi.

memang si Lebah sering tebang pilih dalam membuat markas baru.

Walah, terlepas dari was-was dapet madu gratis itu heheh

iya..iya betul.... dek dpt madu gratis tidur pun nyenyak, hehehe.....

Mohon Jangan meninggalkan link Hidup, apalagi meninggalkan Catatan Hutang di Kolom Komentar. :)


EmoticonEmoticon