27 Desember 2017

Pengalaman Membuat Blog Lowongan Kerja Yang Membuat Kapok

Pembaca pernah membuat blog Niche Loker ( Lowongan Kerja ) ? saya pernah dan sepertinya jera untuk mengulanginya kembali untuk membuat dan mengelolah blog tentang lowongan kerja.

Ceritanya pada waktu itu ada seorang teman yang berceloteh dengan saya bahwa blog niche loker yang ia asuh mengalami peningkatan penghasilan dari tayangan iklan Adsense.


Pengalaman Membuat Blog Lowongan Kerja Yang Membuat Kapok
Bahkan ada blog niche loker milik temannya teman saya itu menghasilkan uang sebesar 20 juta rupiah dalam satu bulan. Sangat besar juga menurut alam sadar pikiran saya.

Padahal usia blog mereka hanya berumur sekitar 1 – 2 tahun.

System kerja mereka cuma mencari sumber dari Web resmi yang menyediakan atau membutuhkan lowongan kerja.Kemudian menulis ulang diblog mereka dengan mencantumkan link hidup yang mengarah ke Web penyedia lowongan kerja.

Setelah itu artikelnya di share ke banyak Grup yang bertebaran di dunia Maya.


Yang membuat saya kapok atau jera adalah :


- Artikel cepat Basi

Ini yang saya kurang suka, artikel yang kita buat dengan susah payah harus menjadi artikel yang tidak berlaku lagi dalam waktu beberapa hari saja.

Karena secara umum info lowongan kerja yang disediakan oleh web penyedia loker memiliki batas pendaftaran yang terbilang singkat, Cuma 3 sampai 7 hari.

Itu artinya setelah batas yang ditentukan artikel kita bukanlah artikel yang berguna lagi, alias menjadi basi.


- Trafiknya tidak sesuai harapan

Sumber trafik dari blog niche lowongan kerja biasanya lebih banyak dari media social, karena memang begitu cara kerja blog niche loker. Kalau tidak segera atau cepat – cepat dishare di Media social, maka sulit mendapatkan pembaca.

Kalau mau menunggu sampai artikel kita muncul dihalaman pertama Google lalu mendapat pembaca Organik, maka artikelnya keburu sudah menjadi sampah / tidak berlaku lagi.

Nah mencari trafik melalui share ke media social ini lah terbilang sulit, sebab banyak orang yang tidak membacanya. 

Apalagi artikel loker yang kita tulis untuk daerah lain dan teman – teman kita di media social semuannya berasal dari daerah yang sama.Sudah tentu target pembacanya tidak nyambung sama sekali.

Sudah tentu hal ini akan membuat trafik tidak menaik, karena sepi pembaca.


- Penghasilan Adsensenya Nol Besar

Dari segi penghasilan yang didapat ternyata masih Nol besar, tidak seperti yang teman saya bilang. Jadi apa yang saya lakukan dahulu adalah sebuah tindakan yang mempoya- poyakan waktu saja.

Setiap orang memiliki jalur rezekinya masing – masing, itu hikmah yang saya dapat.

Artikel Terkait

12 komentar

Memang begitu sih, Kang. Temen kostku juga sempat bikin web lowongan gitu, tapi saat ini nggak ada hasilnya. Dan malah nggak di urus lagi webnya. Kalau web lowker nggak update juga susah orang percaya akan web lowker kita..

Yang lebih nyaman itu ngeblog ya ngeblog sesuai keinginan, dibawa asik aja. Seperti halnya Kang Nata di asikpedia ini :)

hahaha....bisa mas Andi ini.

sepertinya jika ingin menghasilkan duit dari blog loker perlu banyak share dan member dari grup / fp yg kita buat.

tpi ribet jg klu menulis bkn pakai gaya kita sendiri, bosan ujung2nya.

benar kata mas Andi dibawa asyik aj. :)

Hahahaha.... tertipu nih yee... 😂😂😂😂

Yang terbaik adalah menulis sesuai dengan passion kita sendiri. Tetapi, setidaknya hal itu memberikan pengalaman bagi kita.. iya kan?

Karena saya sudah sadar dengan tingkat kemalasan dan ketidakkonsistenan diri sendiri, saya tidak tergoda untuk membuat blog loker.

Bukan pasion saya dan kemungkinan besar tidak akan bertahan lama :)

hahahaha... betul...betul...betul, Pak. :)

hahaha.....klu saya sich tergoda Mbak, ngiler liat penghasilan mereka. :)

akhirnya saya sadar dan tobat. :)

Setidaknya dari pengalaman Kang Nata bisa di jadikan bahan pembelajaran, bagi yang pengin bikin blog tentang Loker bisa mikir-mikir dulu.

saya juga sebenernya tertarik dengan penghasilannya, tapi setelah baca ini hadeuhh... angkat tangan deh saya.

sebenarnya kalau kita betah mengelolah blog loker jurusnya cuma bikin postingan setiap hari ditambah harus memiliki grup dan media share, tanpa itu sulit artikelnya akan dibaca orang, kalau menunggu sampai artikelnya masuk halaman pertama Google, maka yang terjadi artikelnya sudah basi.

beda dng kita menulis selain tema loker. :)

Saya juga pernah berniat untuk membuat blog loker. Akan tetapi saya mencoba membuat artikel tentang loker yang ada di Palembang melalui blog personal saya. Sangat mengejutkan artikel saya yang tentang loker semuanya up. Ya tapi itu tadi, artikelnya cepat basi dan trafik tidak menentu. Kalau soal penghasilan adsense malah menurut saya lumayan kang. soalnya saya pakai iklan tautan.

kalau kk jingok nasib2 an dek dpt duit adsensenya. kwn kk di Oku banyak yg main blog loker, tpi kk jadi males dek, bosan bawaanyo. :)

Kalau perlu adanya share, memang baik ya, Kang. Tapi kalau nulisnya aja terpaksa mah keteteran nantinya..hehe

Iya, asikin kayak asikpedia..
Sik asik, sik asik.. mana lagunya nih :D

hahaha.....lagunya ada di Youtube maz. :)

iya mas, media share menjadi salah satu kunci sukses blok rokerrr.... eeee.... loker msksdnya. :)


EmoticonEmoticon