23 April 2018

Perlukah Pakai Jurus SKSD ( Sok Kenal Sok Dekat ) Di Lingkungan Baru ?

Tags


Iya Perlu  kita pakai menurut saya, apalagi disaat kita baru tinggal dilingkungan baru, Jurus SKSD ( Sok Kenal Sok Dekat ) ini sepertinya wajib kita terapkan.

Agar misi kita untuk bergabung dengan penduduk dilingkungan baru kita bisa berjalan mulus, semulus jalan Tol.

Perlukah Pakai Jurus SKSD ( Sok Kenal Sok Dekat )  Di Lingkungan Baru ?



Coba bayangkan seandainya kita baru pindahan rumah, sudah barang tentu tetangga di kiri kanan rumah kita adalah Mahluk – Mahluk yang masih asing dimata kita.

Apakah kita harus pakai jurus cuek bebek ? sepertinya tidak mungkin, karena pasti akan merugikan diri kita sendiri, karena siap tahu suatu saat kita mau pinjam uang ke pada mereka buat modal cat rumah, kan lumayan….Hahahah.

Apakah mereka yang mau SKSD duluan, sepertinya jangan harap deh, karena kemungkinan mereka itu masih 
memelihara sikap “ Gengsi “.

Nah tugas kita sebagai pendatang ditempat baru tersebut haruslah aktif untuk ber-SKSD ria.

Tidak apa – apa kok menyapa mereka duluan atau memberi sepiring pisang goreng sebagai tanda persahabatan.

Saya sendiri saja dilingkungan baru, berusaha untuk duluan menyapa, mengajak ngobrol dan sedikit – sedikit berkelakar agar posisi saya sebagai pendatang baru diACC oleh mereka.

Walau mungkin dalam hati mereka bergumam ‘’ ini orang siapa yach ?, kok hiperatif sekali SKSD-nya, seperti orang yang mau jualan produk kosmetik “.

Tapi SKSD-nya jangan berlebihan loh, apalagi sampai minta no WA istri atau kekasihnya. Bisa – bisa kita akan di masukan kedalam catatan buku hitam, sebagai orang no 1 paling dicurigai ditempat tersebut.

Apalagi saat kumpul – kumpul di sebuah acara dilingkungan baru tersebut, sudah tentu harus lebih gencar lagi melakukan SKSD, agar orang – orang tahu tentang penampakan kita.

Trik saya sich pilih aura orang yang memiliki wajah ramah.

Biasanya orang yang tipe ramah dan suka ngobrol ini bikin kita betah berlama – lama disana. 

Nah ini dia sasaran empuk yang tidak boleh dilepaskan begitu saja, karena akan menjadikan aksi SKSD kita sukses besar jika merekrut mereka menjadi teman kita.

Hindari dahulu tipe orang yang pendiam, karena akan membuat pantat kita terasa ditusuk – tusuk jarum alias tidak betah.

Intinya yach sich jangan sungkan – sungkan menyapa orang – orang yang kita temui, walau gigi kita sedang sakit atau sedang terlilit hutang.

Jangan hiraukan pandangan mata orang yang mungkin agak aneh melihat sikap kita yang sok akrab banget.

Yang terpenting kita sudah mempromosikan kehadiran kita melalui Trik Sok Kenal Sok Dekat.Nanti suatu saat merekalah yang akan Sok Keluarga Sok Dekat dengan kita, heheheh…..asikk kalau sudah begitu, perangkap sudah sukses besar.

Artikel Terkait

7 komentar

Perlu ga perlu.. namanya bukan SKSD, tetapi bersilaturahmi.

Coba mendekati .. hahahahahahaha

Hahahah.... Itu langkah selanjutnya setelah Modus SKSDnya Sukses Pak... :) betul ?

Sy termasuk org yg sksd, padahal aslinya gengsian..tapi demi menjalin silaturahmi bye bye dulu buat si gengsian...kwkw

Klo di tempat baru sering sksd, biar langsung nyaman gitu.

Hahaha ada2 aja nih kang Nata, buat saya, sebagai anak kos itu wajib banget SKSD, jangan sampai nggak kenal sesama penghuni kos, kecuali saya hidup di planet Mars, masa mau SKSD sama alien hehehehe

wlwkwkwkkww.. sksdnya asal ga alay dan keterlaluan mah gappa kang Nataa.. Selagi mencari teman yang bisa satu tujuan dan visi yaaa.. Btw kadang kalau terlalu sksd malah ga disukai orang,, ntar disangkanya sok kenal gtu deh kang Nata

Waduh SKSD cuma buat pinjam uang buat ngecat... Amazing.

SKSD perlu, tapi dalam batas yang wajar. Kan sebagai orang baru di suatu lingkungan, agar kita jadi saling mengenal karakter masing-masing


EmoticonEmoticon