Saya termasuk tipe orang yang tidak cepat tanggap akan maksud dan tujuan Allah SWT menitipkan sebuah sebuah masalah atau Ujian di dalam sebu...

Kesimpulan dari 3 Perestiwa Nyata Yang Pernah Saya Alami

By | Agustus 05, 2018 21 comments
Saya termasuk tipe orang yang tidak cepat tanggap akan maksud dan tujuan Allah SWT menitipkan sebuah sebuah masalah atau Ujian di dalam sebuah kejadian atau perestiwa yang saya alami.

Kesimpulan dari 3 Perestiwa Nyata Yang Pernah Saya Alami


Mungkin dengan leletnya atau tidak cepat tanggapnya saya inilah sehingga Allah SWT berkali – kali mengirimkan sebuah perestiwa Nyata kepada saya, agar saya mengerti maksud dan TujuanNYA.

1. Salah Satu Anggota Keluarga Kerasukan JIN

Saya tidak pernah berharap ataupun pernah menyangka kalau salah satu anggota keluarga kami dirasuki oleh JIN, bukan satu kali kejadiannya namun sudah beberapa kali.

Sehingga kamipun panik dan berusaha mencari ustadz terdekat yang bisa membantu menghilangkan gangguan tersebut dengan cara di ruqyah secara syar’iyyah.

Dan Alhamdulillah berkat pertolongan Allah SWT, melalui Pak Ustadz yang sudah meruqyahnya, Jin yang masuk ke dalam salah satu anggota keluarga kami tersebutpun keok ,tidak berani masuk lagi dan yang bersangkutan menjadi pulih kembali kesehatannya.

Apa yang dibacakan oleh Pak Ustadz, ketika meruqyah ? Tidak lain adalah Ayat – Ayat Suci Al – Quran.

Dahsyatnya ternyata Ayat – ayat Al – Quran menjadi solusi dalam setiap masalah yang kita hadapi, salah satu contohnya adalah menjadi solusi ketika Satu Anggota Keluarga Kerasukan JIN, itu poin yang saya dapat dari perestiwa tersebut.

2. Laptop Modal Ngeblog Rusak Mendadak

Entah mengapa si Laptop yang selalu saya gunakan untuk menulis artikel rusak mendadak, padahal baru ditinggalkan beberapa menit ke dapur dan ketika saya temui sudah shutdown.

Pusing bin pening sewaktu melihat kenyataan tersebut.

Betapa tidak pusing, sebab saya harus pesiun dini untuk menulis artikel dirumah ditambah lagi biaya servicenya lumayan mahal dan saya belum ada uang untuk memperbaikinya.

Di sela – sela waktu menganggur yang seharusnya saya gunakan untuk menulis artikel, saya iseng mencari – cari channel terbaru ditelevisi.

Dan kemudian iseng – iseng nonton channel Akhyar Tivi, di acara tayangan Akhyar tivi tersebut saya nonton ceramah Ustadz Adi Hidayat LC, MA.

Di acara Akhyar Tivi tersebut yang saya tangkap adalah Ustadz Adi Hidayat, LC MA, mengajarkan tentang Al – Quran dan Al Hadist.

Poin yang paling melekat diingatan saya dari tontonan yang di tayangkan oleh Akhyar.tv adalah dorongan atau motivasi dari Ustadz Adi Hidayat, LC MA untuk menghafalkan Al – Quran dan cara – cara agar mudah menghafalnya serta Ganjaran Pahalanya ketika di Akhirat Kelak.

3. Perkataan Orang Tua

Sewaktu Ayah saya masih sehat dan beberapa Minggu sebelum beliau di Panggil Oleh Allah SWT, beliau pernah mengatakan sebanyak dua kali bahwa “ Al – Quran terjemahan yang pernah saya beli dahulu dipinjam oleh Kakak Ipar saya “.
Sayapun mengiyakan.Dalam hati saya mengatakan “ biarlah kakak Ipar saya yang memakainya, toh saya masih ada Al – Quran lain walau tidak ada terjemahannya “.

Saat tulisan ini dibuat Al – Quran terjemahan tersebut sudah saya ambil, karena saya menangkap isyarat bahwa saya harus menggunakan Al – Quran terjemahan tersebut.

Poin dari perestiwa ini adalah saya harus membaca Al – Quran sekaligus membaca terjemahannya, agar mudah mengambil sisi petunjuk dari terjemahannya.

Kesimpulan :

Kalau saya rangkai dari ketiga perestiwa yang saya alami, Allah SWT seperti memberi isyarat kepada saya untuk :

1. Membaca dan memahami Al – Quran 
2. Menghafalkan Al – Quran
3. Menggunakan Al – Quran sebagai Petunjuk / solusi dalam kehidupan.

Sungguh kejadian atau perestiwa yang menurut saya sangat sempurna dari apa yang saya alami. Sebab Al – Quran terjemahannya ada sehingga mudah di fahami, Cara menghafalnya sudah diterangkan Oleh Ustadz Adi Hidayat LC, MA berserta Pahalanya dan Contoh Manfaatnya sudah saya lihat dan rasakan sendiri.

Di tulisan kali ini, jujur saya bukan bermaksud untuk pamer, akan tetapi saya ingin mendorong, mengajak dan menyarankan ke pada para pembaca tulisan ini untuk bersegeralah membaca, memahami, menghafalkan dan mengamalkan isi Al – Quran, mumpung kita masih diberikan Oleh Allah SWT kesehatan dan kehidupan.

Di tulisan ini juga saya ingin para pembaca mencoba melihat dari sisi positif dari setiap perestiwa yang dialami, mungkin saja Allah SWT bermaksud untuk memberi petunjuk atau hidayah. Dan jika sudah mendapat petunjuk atau hidayah maka rangkulah petunjuk dan hidayah tersebut, karena jika petunjuk atau hidayah tersebut kita abaikan, maka belum tentu suatu saat kita akan mendapatinya kembali.

Jujur saja tulisan ini bukanlah untuk menggurui karena saya bukan Guru atupun Ustadz,melainkan hanya untuk berbagi pengalaman saja. Jika ada kesalahan mohon dimaafkan.
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

21 komentar:

  1. Amin ya robbal alamin kang Nata, pantesan aja udah lama ya ampir 2 minggu kaayanya saya ga menemukan bw an kang nata, sama artikel terbaru kang Nata, ternyata laptopnya rusakyaaa.. sungguh ujian ya kang Nata untuk keluarga, semoga kita semua bisa mengambil hikmah didalamnya, yakni perdekat diri pada Allah serta mengamalkan alquran ya kang.. Btw templatenya bagus kang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trima Kasih Supportnya Mbak. :)

      Iya.Mbak Laptopnya rusak, sehingga dirumah kerjaan saya nonton Akhyar TV.Alhamdulillah acaranya menarik sekali.

      Hapus
  2. Saya pikir Kang Nata sudah pensiun ngeblog... rupanya sedang mencari si Hikmah..

    Nice to have you back Kang

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebetulnya beberapa waktu yang lalu, saya sempat kepikiran untuk pensiun ngeblog Pak, dan blog2 serta akun adsense mau saya serah terimakan dengan orang lain.Namun batal saya lakukan, karena ngeblog bagian dari kesukaan saya,dan blog bisa menjadi media celotehan saya,:) sambil celoteh dapat uang kan enak tuch jadi sayang untuk ditinggalkan.:)

      saya pikir Pak Anton yang pensiun, sebab saya cek2 di blog MM cuma postingan lama. :)

      Hapus
    2. Nggak lah.. cuma memang agak kerepotan saja dengan akifitas di dunia nyata... banyak hal yang harus dikerjakan, jadilah blog-blognya terbengkalai.

      Tapi sudah mulai bergerak lagi..

      Hapus
  3. Sebelumnya aku mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya bapaknya kang Nata.
    Yang tabah ya, kang.

    Dari beberapa waktu yang lalu saya sempat membatin kira-kira kemana kang Nata tidak seperti biasanya rajin membuat postingan baru.

    Semoga laptopnya rusak cepat tergantikan dengan perangkat ponsel, kang.
    Ngeblog via ponsel, menurutku tak ada bedanya kok.
    Semangat ya, kang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksih suppotnya Mas, saya juga terkdang kepikiran dan bertanya2 " kira2 blog mas posting apa yach... ? :) masih pakai selendangkah ? :)

      Hapus
  4. kalau kita peka, selalu ada hikmah di setiap peristiwa ya kang? sayangnya hati kita kerap buram oleh noda dan dosa. :(

    BalasHapus
  5. Kang Nata lama menghilang, banyak yang nyari lo. Ternyata banyak hal yang terjadi di dunia nyata. Kita cuma bisa mengambil hikmahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.... terima kasih kalau masih ada yang nyari2 saya, itu tandanya sosok yang bertopengkan jet lie ini masih berguna.

      Tapi ngomong2,,orang yang nyari2 saya yach, mudah2an bukan Kolektor, hehehe...

      Hapus
  6. Semua ada hikmahnya dan hidup memang harus terus "berjalan"...Semoga berkah.

    BalasHapus
  7. Kang saya cuma mau bilang. "Selamat Datang Kembali". saya bolak-balik ke sini belum ada tulisan yang baru. ternyata alat tempurnya rusak.

    Sekarang udah beli laptop baru ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, belum beli Mas, saya ngetik disela2 waktu kerja. :)

      Hapus
  8. Subhanallah kang Nata, semoga tetap istiqomah. Dan semoga musibah yang sudah menimpa kang Nata segera digantikan dengan rejeki yang tidak ternilai. Aamiin. Seneng deh baca tulisan ini. Memotivasi banget. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. AMIN.1000 X. trim's yach Mbak atas supportnya. :)

      Hapus
  9. Betul bnagat, dari tiga peristiwa tersebut semuanya tentang AL Quran, mungkin Allah kangen dengan hafalan atau lantunan ayat-ayat suci yang kelaur dari mulut kita mang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Mas, mungkin itu juga yang diinginkan Oleh Allah SWT.

      Hapus
  10. Wuakakakkaa 😂 ...
    Tuuh kaan malah bikin ngakak baca balasan komentar dari kang Nata ....

    Laah yang diingat kok foto pakai selendangnya, yaaa ... 😂

    Ntar kuajak terbang beneran loooh ... hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. terbang kemana dulu, kalau ke Arab Saudi saya mau, bisa sekalian Menunaikan Ibadah Haji dan Umroh.

      Tapi kalau terbang ke Alam Gaib, Mas saja deh, hehehehe....

      Selendang Mas, ternyata menjadi ikon yang berguna utk membangun sebuah ingatan mas.

      Asalkan saja bukan selendang milik tetangga,hehehe....

      Hapus