01 November 2018

Pengalaman Deso : Nonton Film Indonesia di Bioskop

Sekitar tahun 2006, saya diajak oleh kakak sepupu saya nonton film Indonesia terbaru di salah satu Bioskop Di Ibukota Propinsi.

Maklum di Kota Kabupaten saya Bioskopnya sudah tidak beroperasi lagi dan gedungnya sudah berubah menjadi pertokoan.

Pengalaman Deso : Nonton Film Indonesia di Bioskop


Memang bukan pengalaman pertama sich, karena pengalaman pertama nonton film di Bioskop sudah saya rasakan sewaktu masih kecil dulu, sudah lama sekali yach….

Terus terang saja, nonton film Indonesia atau film Barat di Bioskop yang sudah berbalut nuansa modern membuat saya binggung pada waktu itu.

Bayangkan saja, saya jadi binggung bagaimana cara memesan karcisnya waktu itu.Untunglah ada kakak sepupu saya yang notabenenya sudah berpengalaman, sehingga tugas saya Cuma mengekor saja.

Untungnya lagi saya sudah mahir naik ekskalator,jadi tidak kelihatan deso banget ketika menuju ke lantai atas tempat Gedung Bioskop berada.

Yang membuat saya terkagum alias bhatin saya menolak, ketika membeli minuman dengan harga yang wow….. muahalll coy.

Betapa tidak mahal, sebab minuman seperti itu kalau dibeli di kaki lima, harganya Cuma sekitar 2 ribu atau 3 ribu, sedangkan kalau dibeli di Bioskop, harganya waktu itu Sekitar Rp.15 ribu.

Melihat harganya, saya dan kakak sepupu saya Cuma tertawa cekikikan, saja. Ikhlas dan ngak ikhlas tetap diminum.
Kalau harga karcisnya saya lupa, sebab yang bayarin adalah kakak sepupu saya.

Namun film Indonesia yang saya tonton waktu itu sangat menarik sekali, judulnya adalah My Heart, pasti sudah tahukan tentang film tersebut ?

Rencananya saya ingin nonton film Indonesia tersebut dibangku yang paling depan, harapan saya biar saya lebih puas nontonnya.

Eee…. Kata kakak sepupu saya, enakan nontonnya paling belakang saja, sebab lebih nyaman dan leher tidak perlu mengdongak ke atas.

Dan ternyata benar, nonton dibangku paling belakang lebih enak dan nyaman, sambil mata lihat kebangku kanan kiri, siapa tahu ada anak muda yang berperilaku aneh dengan pasangannya.

Selesai nonton, ternyata bawaannya kok, mau setor “ air kadaluarsa “ Ke Toilet.

Nah ini dia moment yang sulit saya lupakan, buang air kecilnya harus mengantri di sebuah toilet terbuka.

Padahal kalau ditempat saya tidak perlu mengantri seperti ini, cukup cari tempat sepi atau rimbunan semak belukar, kelar dech urusan setor “ air asinnya “.

Setelah mengantri, ternyata buang air kecilnya harus berdekatan lagi. Saya khawatir orang yang disebelah saya khilaf melirik kearah saya.

Tapi karena kebelet, yach terpaksa menghilangkan rasa malu, daripada basah dicelana.

Betul ngak ?

...............................................................................................................................................................
Kata Kunci Terkait :
download film indonesia
indomovie
indoxxi indonesia
streaming film indonesia terlengkap
indonesia movie 21
movie on 21

Artikel Terkait

3 komentar

ha ha ha...buat ngakak deh cerita kang Nata satu ini..

Hahahah. . Kang Nata ini ceritanya lucu. Ibarat cerita si Kabayan nonton bioskop.

Hahaha aya aya wae kang Nata satu ini,, bercanda muluk.. Tapi bener kata sepupu kang nata, enaknya nonton bioskop emang di belakang hehehe


EmoticonEmoticon