25 January 2017

Pengalaman Kerja Menyadap Pohon Karet Part II

Menjadi petani penyadap pohon karet memang punya suka dan duka, salah satu sukanya kalau harga karet sedang naik dan dukanya kalau hari hujan terus dan harga karet menjadi anjlok.


PENGALAMAN KERJA, POHON KARET
http://www.sayangi.com
Kalau harga karet meningkat maka akan membuat daya beli masyarakat menjadi naik, sehingga membuat roda perekonomian bergerak dengan cepat.

Perlu Pembaca ketahui artikel ini merupakan sambungan dari Pengalaman Kerja Di Kebun Karet Yang Sulit terlupakan Begitu Saja yang sudah saya tulis sebelumnya.


Dan para pedagang pun menjadi girang sebab banyak pembeli dari kalangan petani karet yang sedang banyak duit.


Tapi kalau harga karet anjlok, maka akan membuat para petani menjerit dan terpaksa mencari pekerjaan tambahan untuk mencukupi kebutuhan ekonominya.


Menjadi petani karet tidak semudah dan seindah yang dibayangkan orang lain,sebab menunggu pohon karet sampai bisa disadap harus menunggu waktu sekitar 5 – 10 tahun.


Apalagi untuk karet dari bibit jenis alam,yaitu dari hasil penyemaian biji karet harus menunggu sampai 10 tahun, untuk bisa disadap.


Menyadap karet sampai mahir membutuhkan waktu dan proses sampai bisa betul – betul mahir ,sebab kalau tidak mahir akan membuat kulit karet menjadi rusak dan akan membuat pohon karet cepat tumbang.


Menyadap karet tidak boleh sampai mengenai lapisan kulit keras pohon karet bagian dalam, jadi yang disadap hanya bagian kulit luar pohonnya saja.


Jika terlalu sering menyadap karet sampai ke kulit keras pohonnya, maka akan membuat proses penyatuan kulit pohon karet agak lama.


Dan jika bekas goresan pada kulit keras pohon karet terkena air hujan terus menerus maka akan membuat proses penyatuan kulit menjadi terhambat hingga akhirnya kulit pohon menjadi mati dan ditumbuhi oleh jamur.


Kalau sudah begitu maka, lambat laun pohon akan mati dan tumbang, dan tentunya pemilik pohon karet akan mengalami kerugian.


Cara yang sering kami pakai dalam menyadap karet adalah tidak menyadap karet saat malamnya sedang hujan deras, agar kulit karet tidak mudah menjadi mati.


Kalau hanya hujan gerimis pada malamnya tidak terlalu berdampak.


Hal yang masih terbayang di ingatan saya adalah banyaknya pacat dan nyamuk dikebun karet.


Anda tahu apa itu pacat ? 


Pacat adalah binatang seperti lintah, tapi ukurannya kecil dan suka menghisap darah.


Jika anda lengah maka pacat ini akan membuat darah anda banyak terkuras keluar, saat kulit kita sudah merasakan rasa gatal – gatal maka itu tandanya pacat tersebut sudah mengigit atau bahkan sudah kenyang menghisap darah kita.


Untuk menghentikan pendarahan akibat digigit pacat, maka biasanya kami menggunakan tawas basah yang di gosokan ke kulit bekas gigitan pacat.


Untuk menghidari gigitan pacat…maka kita bisa menggunakan tembakau yang sudah di basahi dengan air lalu di gosokan ke kulit kaki kita.


Biasanya jika pacat tersebut terkena cairan tembakau, akan membuat pacat mati kaku.


Dan artikel tentang pengalaman kerja menyadap karet , saya sambung kembali pada Pengalaman Kerja Menyadap Pohon Karet Part III, jika anda berminat silakan lanjutkan untuk membacanya.


Demikianlah artikel singkat ini dibuat semoga bermanfaat, jika ada kesalahan pada Ide dan Penulisan saya mohon maaf.

2 komentar:

  1. Di Bogor disebutnya pacet Kang Nata... heheh langganan waktu suka kemping dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheh,,kalau saya langganan sekaligus teman sewaktu saya ,,,masih menyadap karet waktu dulu.....hehe.

      Delete