12 February 2017

Pengalaman Menjadi Pengarak Pengantin Setiap Hari Minggu

Menjadi pengarak pengantin, setiap minggu merupakan pengalaman unik buat diri saya sendiri.

Sebab….tidak banyak orang yang bisa memainkan alat tetabuhan yang bernama “ terbangan  “tersebut.

Tetabuhan yang bernama “ terbangan “ itu adalah benda yang mirip dengan alat rabana yang sering dipakai oleh ibu – ibu untuk membawakan lagu Qasidah’an.
 
PENGALAMAN MENJADI PENGARAK PENGANTIN
zzanyy.blogspot.co.id

Bedanya adalah Terbangan memiliki anting – anting dan alat rabana tidak memiliki anting – anting.

Mengarak pengantin menggunakan terbangan agak mirip dengan aksi marching band.
Bedanya hanya pada ketukan pada alatnya dan lagu yang dibawakan.

Kalau tabuhan atau ketukan pada terbangan sebelum di tabuh serempak akan dicontohkan terlebih dahulu oleh pemimpin Grup.

Tapi kalau marching band tidak.

Biasanya setiap minggu selalu saja ada orderan untuk mengarak pengantin, baik di dalam desa sendiri atau diluar desa.

Soal harga sewa grup pengarak pengantin tergantung dari negosiasi, tapi biasanya pemimpin atau ketua grup kami sudah memasang tarif harga.

Harga sewa biasanya langsung dibayar tunai dan hasilnya kami bagi rata dengan anggota lainnya.

Untuk luar desa biasanya kami dijemput oleh kendaraan yang sudah disiapkan oleh tuan rumah.

Tapi kalau tidak disiapkan maka, Ketua grup kami akan minta tambahan untuk biaya ongkos sewa kendaraan.

Sampai dirumah orang yang menyewa kami, biasanya kami disiapkan makanan dan minuman, agar kami lebih bertenaga dan penampilan kami saat mengarak lebih maksimal.

Sebelum mengarak pengantin, kami  mengadakan  uji coba dengan memainkan tetabuhan beberapa kali.

 Walaupun sedikit agak capek, tetapi membuat hati senang, sebab permainan music dari alat yang bernama terbangan ini sangat mengasyikkan diri saya.

Kalau masalah jenis – jenis tetabuhan terbangan saya termasuk kebetulan hapal semua, dari yang mudah sampai tersulit.

Sehingga saya sering ditunjuk menjadi komando, untuk memulai aksi tetabuhan tersebut.

Tetapi kelemahan saya adalah saya tidak bisa bernyanyi, sehingga kalau saatnya harus mengarak sambil bernyanyi, saya hanya bersuara kecil saja.

Sebab saya khawatir suara,,,cempreng saya membuat orang lain tersenyum.

Sambil menabuh “ terbangan “ rasanya sulit sekali kalau sambil bernyanyi, apalagi suara saya tidak seperti suara artis,,,hehe.

Demikianlah pengalaman singkat tentang pengalaman saya mengarak pengantin, mungkin suatu saat saya sambung kembali…….

Jika ada kesalahan pada ide dan penulisan saya mohon maaf.


0 komentar

Post a Comment