04 Juli 2021

Tips mengelola Sampah Rumah Tangga

 


Ngobrolin sampah nggak ada habisnya ya Mom. Lha emang sampah nggak habis-habis karena setiap hari kita membuang sampah. Nggak usah jauh-jauh ngomongin Indonesia nomor sekian dari negara dengan pembuang sampah di dunia. Kita ngobrolin sampah dari lingkup terkecil dulu, lingkup keluarga kita. Dimulai dari bagaimana cara mengelola samaph rumah tangga.

Meski jorok dan kotor, sampah tidak harus dijauhi. Bahkan tidak harus dibuang. Lho? Hehe.. gak usah emosi. Maksud saya sampah bisa berguna. Kita bisa mengurangi jumlah sampah dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang bisa dipakai kembali. Nah, sisa-sisa sampah, yang disebut residu, yang memang sudah tidak bisa digunakan lagi baru kita buang. Namun pembuangan residu ini tidak boleh sembarangan agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan.

Setiap hari kita memproduksi sampah rumah tangga. Jika jumlah sampah ini dikalikan 365 hari maka jumlahnya bisa fantantis. Itu hanya satu rumah, bayangkan jika satu RT, satu RW atau satu kampung, nah pusing kan. Hehe..

Kitapun bisa turut mengolah sampah sendiri dengan cara yang sederhana. Sampah rumah tangga bisa diolah menjadi pupuk kompos atau barang-barang daur ulang lainnya. Beberapa diantara cara mandiri pengolahan sampah rumah tangga yang bisa kita lakukan adalah:

1. Olah Sampah Organik Menjadi Pupuk

Cara pengolahan sampah mandiri bisa dilakukan dengan menyisihkan sampah organik untuk diolah menjadi pupuk. Jenis pupuk olahan sampah organik adalah pupuk kompos yang bisa dipakai untuk menyuburkan tanaman.

Bagaimana sih cara membuatnya?

Pilih dan pilah sampah yang kering dan basah. Sampah basah tinggal masukkan pada ember. Berikan cairan EM4 lalu tutup rapat sampai jadi pupuk kompos. Pupuk kompos dari sampah organik ini sangat bagus untuk tanaman yang ada di kebun kita. Banyak lho yang selama pandemi jadi hobi berkebun, nah daripada beli pupuk yang mahal lebih baik memanfaatkan sampah yang tidak terpakai.

2. Buat Ecobrick

Ecobrick adalah botol plastik yang diisi dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan yang nantinya bisa dipakai kembali. Ecobrick merupakan cara terbaik mengolah limbah plastik agar tidak berujung pada tempat pembuangan akhir. Dengan membuat ecobrick kita juga bisa mencegah sampah-sampah dalam botol plastik melepaskan CO2 dan meningkatkan pemanasan global. Ecobrick ini bisa dimanfaatkan untuk membuat furnitur modular, perabotan indoor, dinding struktur, dan masih banyak lagi.

3. Gunakan sistem 3R

Sistem 3R terdiri dari Reuse (penggunaan kembali), Reduce (mengurangi), dan Recycle (mendaur ulang). 3R merupakan perpanjangan tangan dari pemisahan sampah sesuai jenisnya. Contoh 3R ini dapat dijalankan dengan cara menggunakan plastik botol air mineral untuk digunakan kembali sebagai vas bunga atau hiasan dinding. Intinya, sistem 3R ini juga mengurangi berakhirnya sampah plastik yang sulit terurai di tempat pembuangan akhir. Karton-karton bekas bisa juga lho dimanfaatkan menjadi barang-barang berguna lainnya.

Barang-barang hasil Reuse ini bahkan bisa memiliki nilai yang tinggi secara estetis dan ekonomi. Banyak kesempatan untuk menjadikannya sebagai salah satu sumber penghasilan. Kita hanya perlu mengasah kreatifitas untuk menjadikan sampah menjadi barang bernilai tinggi. Sekarang udah banyak kok tutorial-tutorial memanfaatkan barang bekas di youtube. Kita bisa menirunya di rumah. Anak-anak juga bisa diajak membuat sesuatu dari benda-benda yang tak terpakai ini untuk melatih otaknya agar lebih kreatif dan inovatif.

4. Bank Sampah

Ada banyak cara untuk mengolah sampah rumah tangga secara pribadi, salah satunya dengan menggagas ide bank sampah. Sebagaimana yang kita ketahui, bank sampah adalah tempat pengumpulan sampah plastik yang hendak didaur ulang kembali. Keuntungan dari bank sampah tidak hanya diperoleh oleh penggagas bank sampahnya sendiri, tapi juga bagi nasabah yang menyetorkan sampah plastiknya. Nasabah juga akan memperoleh uang ketika menyetorkan sampah-sampahnya ke bank sampah ini. Buang sampah dapat uang? Hehe.. udah banyak kok ini.

5. Kurangi sampah seminim mungkin

Pernahkah kita berfikir bahwa setiap harinya kita bisa menghasilkan berkilo-kilo sampah? Nah, jika ingin mengurangi sampah atau membantu jalannya proses pengolahan sampah mandiri, mulailah dari sendiri untuk mengurangi sampah seminim mungkin.

Hal utama yang bisa dilakukan dimulai dengan mengurangi sampah makanan dengan menghabiskan seluruh makanan yang sudah diambil. Di samping itu, kurangi juga konsumsi air mineral dalam kemasan botol dan sebagai gantinya bawa saja tumbler atau botol minum sendiri.

6. Gunakan Kembali kantong Plastik Sekali Pakai

Beberapa jenis wadah plastik memang memiliki keterangan untuk dipakai sekali saja. Namun, mengapa harus dipakai sekali saja jika kita memang bisa menggunakannya berkali-kali? Plastik kresek masih bisa kita gunakan kembali dengan cara dilipat dan simpan rapi sehingga ketika butuh bisa kita gunakan kembali. Saya suka sebel nih kalo ada orang cuma beli permen 5 biji aja minta kresek. Kalo masih bisa ditaruh di tas atau kantong baju mending gak usah pakai kresek. Meski ukurannya kecil, plastik gak bisa hancur meski udah ratusan tahun lho.

Kresek juga bisa dibuat menjadi kerajinan tangan seperti bunga-bunga yang cantik, boneka dan lain-lain yang bernilai ekonomi. Sudah banyak contohUMKM yang merintis usaha dari berbagai barang bekas. Manfaatkan plastik yang ada tulisan sekali pakai ini untuk aktifitas yang lain misalnya menanam bunga dan diisi dengan tanah. Dengan cara sederhana ini, dijamin jumlah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir jadi berkurang.

Gak cuma itu lho Mom. Masih banyak cara atau ide kreatif yang bisa lakukan untuk mengelola sampah rumah tangga agar menjadi lebih bermanfaat. Yuk mulai dari rumah kita dulu!

 

2 komentar

  1. Saya mencoba mempraktekkan yang nomor 6. Selama plastiknya tidak kotor, biasanya saya pakai ulang. Saya juga bawa kantong plastik di tas saat bepergian. Supaya lebih praktis saat ada bawaan yang mesti dikantongin.

    BalasHapus
  2. Andai saya memelihara ikan di kolam, sampah-sampah organik dialokasikan kesana. Lumayan juga tuh bikin ecobrick, lama-lama bisa jadi bahan bangunan.

    BalasHapus

Mohon ketika berkomentar harap menggunakan Akun Blogger , G+,Anonymous kalau URLnya di isi dengan Nama Blog, Maka dengan berat Hati komentarnya tidak saya Posting, :)
EmoticonEmoticon