16 Desember 2020

Dilarang Stress Di Masa Pandemi

  

stress di masa pandemi

Udah berapa lama sih pandemi ini? Hampir setahun ya. Wah, nggak kerasa. Banyak kejadian-kejadian luar biasa terjadi selama pandemi. Termasuk di dunia pendidikan. anak saya melewatkan kelas barunya tanpa mengenal siapa aja teman-temannya di kelas. Lha gimana mau kenal lha wong daring terus. Anak-anak sepertinya senang-senang aja di rumah bahkan berat badan semakin geser ke kanan karena kebiasaan ngemil.

 Namun di sisi lain kita begitu terpukul efek dengan pandemi ini. Pikiran suntuk, tertekan, dan stres sudah menjadi makanan sehari-sehari. Wajar saja karena kita terpaksa dihadapkan pada perubahan hidup yang tak pernah diperkirakan sebelumnya.

 Bepergian pun tak bisa bebas seperti dulu. Semuanya serba dibatasi. Jika kita ingin tetap sehat, ada kebiasaan baru yang tak boleh dilupakan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan atau biasa dikenal sebagai 3 M.  Anak-anak sampai apal nih lagunya. Bahkan, jika diperlukan, kita wajib melakukan rapid test atau swab test.

 Duh, pusing gak sih baca berita itu-itu aja dari berbagai media. Ya, kita mengalami tsunami informasi. Berita bertubi-tubi itu rasanya tanpa ampun menyerang alam bawah sadar membuat kita menjadi mudah khawatir dan stress. Masalahnya, kondisi stres ini bisa menurunkan imun dan sangat berbahaya. Padahal kita gak boleh stress ya. Penting untuk tetap menjaga kewarasan di masa seperti ini. Apa sih yang dilakukan teman-teman biar gak stress? Kalo saya kayak gini nih:

 Tetap Ngobrol

Meskipun sekarang ini dianjurkan untuk tetap di rumah dan mengurangi aktivitas di kerumunan, kita tetap bisa ngobrol kok. Yaaa walaupun ngobrolnya tetap ama orang serumah. Hihi…Fasilitas teknologi juga sudah memungkinkan kita untuk saling berkomunikasi jarak jauh. Kita bisa menggunakan video call sehingga bisa menatap orang tersebut, seakan-akan mengobrol di tempat yang sama. Untungnya hidup di jaman teknologi ya.

 Melakukan Hobi

Meredam stres bisa dilakukan dengan melakukan hal yang membahagiakan. Coba ingat-ingat lagi, apa saja hobi yang belum bisa kita lakukan sebelum pandemi? Tetap pilih kegiatan yang bisa dilakukan di rumah. Seperti mencoba resep masakan, bercocok tanam, mendesain kamar atau rumah, dan banyak hal yang lainnya. Lakukanlah hal yang bermanfaat tanpa harus sering-sering keluar rumah. Siapa nih yang hobi nya rebahan? Eh, tapi kebanyakan rebahan bisa bikin overthingking lho. Hal ini bisa bikin kita stres karena memikirkan banyak hal.

 Jaga Kesehatan

Virus, kuman atau bakteri mematikan tipe apapun gak akan bisa menyerang tubuh yang memiliki imun kuat. Namun sedikit stress bisa menjadikan tubuh kita mudah terserang penyakit. So, tetap jaga kesehatan ya. Kita bisa mulai mengatur pola makan, konsumsi asupan makanan yang bergizi, dan minum yang cukup. Kita bisa kok melakukan olahraga rutin, tidak perlu yang berat, tetapi yang bisa membuat berkeringat. Mengatur pola tidur yang teratur juga penting. Gak usah begadang kalo gak penting-penting banget. Siapa nih yang suka mepet deadline? Haha..

 Stay Positive

Banyaknya waktu luang seringkali membuat kita menghabiskan waktu terlalu lama di dunia maya. Tau gak sih ternyata mengonsumsi media sosial terlalu banyak bisa membuatmu mudah cemas. Misalnya jadi membanding-bandingkan kehidupan kita dengan teman di medsos. Wah.. padahal kehidupan di media sosial itu semu lho. Stop membandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Capeeeek. Haha.. mending jadi diri sendiri aja.

Terlalu banyak informasi negatif di medsos juga tidak baik. Saya pernah nih melakukan detox medsos. Keluar dari grup-grup yang unfaedah, grup yang isinya orang marah, protes dan negatif mulu. Liat medsos bukannya senang malah jadi emosi nih. Alhamdullillah dengan menyortir temandan grup di medsos membuat kehidupan saya menjadi lebih baik.

Sesekali me time yuk dengan secangkir teh sembari membaca buku di sore.

Apa lagi ya yang bisa kita lakuin biar tetap waras di masa pandemi? Tambahin dong di kolom komentar. Jika kita sudah melakukan banyak hal tapi ternyata stres tidak kunjung reda, jangan ragu untuk minta bantuan profesional. Saya baru tahu lho ternyata kita bisa menghubungi ahli kejiwaan melalui aplikasi online. Wah, makin canggih nih.

Comments

Mohon ketika berkomentar harap menggunakan Akun Blogger , G+,Anonymous kalau URLnya di isi dengan Nama Blog, Maka dengan berat Hati komentarnya tidak saya Posting, :)
EmoticonEmoticon