12 Desember 2020

Kapan Saat Yang Tepat Buka Cabang Bisnis Baru?

Buka Cabang Bisnis Baru

Siapin teh ama camilan yuk! Kita ngobrol dikit sore nih.

Ngobrolin bisnis kayaknya menarik nih. Yaa biar agak keren dikit lah. Haha.. padahal saya nih gagal mulu kalo urusan bisnis. Gak bakat kali ya. Mungkin karena saya nih tipe CEO (Chief of Everything) yang semuanya dikerjakan mandiri. Mulai dari urusan produksi, marketing ampe pembukuan yang jlimet dan bikin migren itu saya kerjain sendiri. Bukan karena idealis atau gak percaya ama orang tapi karena uangnya belum cukup buat bayar asisten. Huhu..

Tapi untunglah saya punya banyak teman UMKM yang semangat bisnisnya bikin saya melongo. Ngobrolin bisnis dari yang tema ringan sampai yang level cenut-cenut membuat saya banyak belajar dan akhirnya gak gampang nyerah untuk selalu (merawat mimpi) jadi pengusaha. Eaaa…

 Jatuh bangun dalam menjalani dunia bisnis menjadi pelajaran berharga buat saya yang masih ciut nyali. Saat mereka berpikir bagaimana cara melebarkan sayap ketika bisnis dirasakan berkembang, saya justru masih sibuk berkutat dengan pikiran ntar kalo rugi gimana? Tuh kan! Belum-belum udah ngomongin rugi ya gimana mau berkembang. Jalan aja enggak. Takut duluan. Alhasil penjualan tas laptop ya gitu-gitu aja meski ada aja pelanggan yang nanyain desain terbaru. Duhh!

Teman-teman UMKM menasehati saya agar tidak gegabah dalam mengambil langkah. Banyak dari mereka yang meskipun dinilai mampu namun tetap berpikir dua kali saat ingin membuka cabang. Nah, ada beberapa catatan jika ingin membuka cabang, diantaranya:

 Modal

Perhitungkan dengan matang apakah modal kita dirasa sudah cukup untuk membuka cabang? Kalau modal yang tersedia tidak mempengaruhi bisnis yang sedang berjalan, mungkin inilah saatnya kita membuka cabang. Pengaruh ini meliputi sewa tempat, biaya operasional, biaya perlengkapan, promosi, sampai dengan gaji pegawai.

 Jangan sampai saat berpikir untuk membuka cabang, ternyata gaji karyawan atau pengeluaran lain harus dipotong. Aduh, kasihan karyawannya. Bayangin kalo mereka punya anak istri. Huhu.. namun jika dirasa semuanya aman, baru dah kita bisa mulai mempertimbangkan untuk membuka cabang. Yeeey!

 Pelanggan

Pantau jumlah pelanggan! Kalau terus meningkat berarti siap naik kelas nih. Dengan banyaknya pelanggan yang datang ke tempat bisnis, semakin banyak pula keuntungan yang bisa didapat. Nah, keuntungan itu bisa ditabung buat dana tambahan untuk membuka cabang. Selain itu, peningkatan jumlah pelanggan mengindikasikan bahwa bisnis kita memang banyak peminatnya. Jangan kayak saya, saat pelanggan meningkat malah bingung nih gimana nambah produksinya karena kekurangan tenaga. Giliran pelanggan menurun eh, malah lebih bingung lagi.

 Ada juga lho pelanggan yang mengajak bermitra untuk membuka cabang di daerahnya. Pembukaan cabang bisnis seperti ini diperlukan untuk mengakomodasi kebutuhan di daerahnya. Kemungkinan pelanggan ini bisa ngeramal di daerahnya bakal banyak peminat bisnis kita. Nah, kalo kayak gini bisa lanjut buka cabang. Yeeey!

 Karyawan

Punya bisnis itu capek euy. Lha gimana gak capek, pelanggan datang 24 jam kadang gak liat waktu dan gak peduli mau kondisi kita sedang sakit, bad mood atau apalah yang penting penjualan tetap harus jalan. Kalo ditolak kan sayang. Hehe..

 Namanya manusia biasa kita juga butuh me time, apalagi yang suka moody kayak saya kudu sering-sering refreshing meski hanya rebahan doang. Padahal dalam bisnis kita selalu dituntut untuk memantau keadaan setiap saat. Oleh karena itu, apabila kita sudah punya karyawan yang bisa diandalkan dan dipercaya inilah saat yang tepat untuk mendelegasikannya di cabang yang baru.

 Tapi gak semua orang layak jadi pemimpin bisnis cabang lho ya. Harus ada syarat-syarat tertentu yang jadi bahan pertimbangan. Sebagai owner kita harus mempertimbangkan dengan matang kriteria karyawan yang layak diberikan kesempatan untuk menjadi orang kepercayaan itu seperti apa.

 Untunglah sekarang ada aplikasi kasir yang bisa bantu kita untuk terus memantau seluruh cabang hanya dengan satu aplikasi. Praktis ya! Asyiknya kita bisa mengetahui performance masing-masing cabang dengan detail. Wow! Kita juga bisa memantau karyawan di semua cabang lho. Hihi.. berasa kayak punya asisten pribadi kalo gini.

Udah ah, pokoknya jangan salah langkah. Berbisnis artinya siap rugi sekaligus siap untung. Lha masalahnya saya kok lebih siap untung daripada rugi. Nah, buat yang mentalnya masih angin-anginan pingin sukses tapi gak mau rugi kayak saya cocok nih pakai aplikasi kasir.


21 komentar

  1. Yang paling penting itu modal ya mas, kalau enggak ada modal rasanya berat deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak juga kok mas. Reseller tuh nggak pake modal. Eh, pake sih. Modal kuota ama tenaga. Hehe..
      Yuk, semangat usaha mas

      Hapus
  2. iya juga sih bisnis itu kadang capek karena setiap hari on hehe tapi enaknya bisa memilih hari libur kapanpun :)

    BalasHapus
  3. Berbisnis artinya siap dengan segala risikonya. Eh tapi, kerjaan di bidang apa pun pasti ada risikonya, sih. Yang penting tekad dan semangat kali ya. Biar nggak gampang nyerah.

    BalasHapus
  4. Modal ini penting banget, tapi yg lebih penting adalah pelanggan apalagi punya pelanggan yang loyal..

    BalasHapus
  5. Pelanggan datang 24 jam...haha...aku padamu Kak. Engga diladenin gimana, diladenin, kapan istirahatnya yah. Suka duka berbisnis. Alhamdulillah sekarang ada aplikasi kasir ya. Sudah saatnya delegasikan ke orang kepercayaan...

    BalasHapus
  6. Jaman sekarang bisnis pun harus didigitalisasi. Kalo ga gitu, siap-siap aja ketinggalan atau terlindas oleh pelaku bisnis lain yang sejenis.

    BalasHapus
  7. Wah aplikasi kasir ini yang sering banget aku liat iklannya di medsos dan emang pasti berguna banget buat pembisnis ya. Jadi bisa menghemat waktu dan tenaga. pokoknya top banget deh ini membantu bangetttt

    BalasHapus
  8. Sepertinya saya harus belajar banyak nih untuk memulai usaha. Sampai sekarang saya masih belum memulai usaha lagi. Dulu pernah jual jam tangan, tapi ribet karena stoknya yang gak update. Kayaknya saya harus mulai cobain lagi deh usahanya.

    BalasHapus
  9. Rata-rata hampir sebagian besar bisnis retail dan lain sebagainya sudah pada menggunakan aplikasi kasir. Karena keunggulannya jauh lebih besar dan terbukti ampuh membantu meringankan pekerjaan laporan perusahaan ya.

    BalasHapus
  10. Merawat mimpi ya?

    Nggak papa deh untuk saat ini bertahan dengan kondisi yang ada. Kalo udah waktunya, dan mampu. Pasti bisa buka cabang baru ^^

    BalasHapus
  11. Modal tetep jadi pondasi utama ya Mbak..sama usaha sih biar bisnisnya jalan...semangat

    BalasHapus
  12. Nah itu, banyak yang bilang apalagi tuh motivator² modal urusan belakangan yang penting jalankan dulu, tapi entah kenapa dari dulu saya paling gak sreg dg komen itu. Menurut saya modal itu perlu dipertimbangkan dari awal, ntar tengah jalan malah macet, kan gawat

    BalasHapus
  13. Dulu aku kira bangun bisnis baru itu enak. Kalau kita butuh me time ya tinggal me time aja, bisnis biar orang yang wakilin. Ternyata untuk mencapai target bisnis yang seperti itu ga mudah yaaa hehe. Apalagi kalau mau buka cabang, hmm poin2 di atas memang perlu dipikirkan matang2.

    BalasHapus
  14. klo dirasa usaha satunya udah aman jalan operasioanl sehari2, modal udah balik dan bisa diputerin buat buka cabang lgi oke juga ya kak.. moga bisa punya usaha juga hihi amin

    BalasHapus
  15. jadi termotivasi banget nih punya bisnis sendiri abis baca iniii.. hihi. Semoga yaaa, aamiin.. hihi. Makasi tipsnya yaaaa

    BalasHapus
  16. buka cabang memang g mudah ya kak. .
    banyak pertimbangan yg harus diambil
    thx sharingnya

    BalasHapus
  17. Aku jadi ingat film The Internship, Mas. Toko pizza milik keluarga yang saosnya enak banget dan akhirnya beriklan di Google karena pelanggan banyak yang cari di wilayah terjauh. Memang betul, Mas, mengelola bisnis itu berat jadi mesti pilih karyawan dan perangkat yang tepat. Kalau ga mungkin atur sendiri, ya bisa pilih aplikasi kasir yang sekarang udah banyak ditawarkan. Tinggal seleksi mana yang paling cocok dan sesuai kebutuhan kita.

    BalasHapus

Mohon ketika berkomentar harap menggunakan Akun Blogger , G+,Anonymous kalau URLnya di isi dengan Nama Blog, Maka dengan berat Hati komentarnya tidak saya Posting, :)
EmoticonEmoticon