19 Desember 2020

Program Dayamaya : Mengembangkan Potensi Ekonomi Digital di Daerah 3T

Pemerintah tidak henti – hentinya membantu rakyatnya agar bisa maju, berkembang dan sejahtera terutama bagi para penduduk yang tinggal di daerah 3T ( Terdepan, Terluar dan Terpencil.Dengan Program Dayamaya kini Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) melaksanakan pengembangan potensi ekonomi digital di daerah 3T. 

Program Dayamaya ini  melibatkan para pelaku Komunitas, Startup e-Commerce, Kelompok masyarakat dan UMKM  digital untuk saling bersinergi dalam mengembangkan potensi serta membuat solusi tepat guna bagi masyarakat di daerah 3T.

“Melalui peran startup, komunitas, dan UMKM yang terlibat, kami harapkan dapat  mempercepat kemajuan di daerah 3T. Saat ini sudah ada lima inisiatif, dari 18 yang terpilih  pada tahun 2019, yang mulai berproses di masyarakat. Kami yakin dengan peran serta  mereka, akan segera terjadi perubahan di daerah 3T menuju ke arah yang lebih baik,” kata  Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah. “

Kini ada tiga dari 18 inisiatif yang telah berkesempatan memberikan kontribusi kepada  masyarakat yaitu Atourin, Cakap, dan Jahitin.

1. Atourin

Atourin ( PT.Atourin Teknologi Nusantara) merupakan perusahaan teknologi di bidang pariwisata . Salah satu layanannya adalah memberikan one-stop-solution kepada para wisatawan.Atourin sebagai perusahaan teknologi di sektor pariwisata yang menyediakan jasa dan  layanan baik secara online maupun offline untuk industri pariwisata Indonesia, pada tahun  2019 berkesempatan menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata di Natuna  melalui program Dayamaya. 



Menurut Reza Permadi selaku Tim Operasional Atourin, pada tahun 2019 terdapat 10  pemandu wisata di Natuna sudah memiliki lisensi, lebih berani melakukan self branding, dan  mulai memanfaatkan media sosial untuk melakukan promosi. 

“Di masa pandemi ini, salah satu satu program kami yaitu melakukan pelatihan secara daring  bagi pemandu wisata se-Indonesia. Kami ajarkan bagaimana cara membuat tur virtual. Salah  satu sektor yang paling terdampak akibat pandemi adalah pariwisata. Dengan pelatihan ini,  diharapkan pemandu wisata dapat memanfaatkan internet untuk menghadirkan layanan  virtual tour baik kepada wisatawan dalam negeri maupun mancanegara” kata Reza.


2. Cakap

Cakap sebagai platform online pembelajaran bahasa asing  mendukung pengembangan daerah wisata dengan meningkatkan kemampuan masyarakat  dari sisi penguasaan bahasa, utamanya bahasa Inggris.  



Dalam kontribusinya, pada tahun 2019 melalui program Dayamaya, Cakap telah  menyelenggarakan digital assessment di Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba  Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan standarisasi CEFR (The Common  European Framework of Reference for Languages). Program melibatkan peserta setingkat pelajar SMA sebanyak 250 orang, kegiatan ini dilakukan secara daring melalui ruang belajar  digital dalam sebuah kelas online yang diisi oleh guru bahasa Inggris asing (ESL Teacher).  

Menurut Tommy Yunus selaku CEO Cakap, kemampuan berbahasa Inggris sangat penting  dalam usaha mengembangkan daerah wisata, karena menjadi salah satu faktor yang  mempengaruhi jumlah wisatawan dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan.  

“Di masa pandemi ini kami menggelar program pelatihan secara daring bagi penggiat dan  pelaku pariwisata yang tentu saja difasilitasi oleh BAKTI, Kementerian Pariwisata dan  pemerintah daerah. Cakap selaku mitra platform pembelajaran memberikan kesempatan  kepada masyarakat pelaku industri pariwisata untuk belajar bahasa Inggris secara gratis.  Untuk menjadi peserta dapat mendaftar dengan mengakses website resmi Cakap. Sejauh ini  sudah ada beberapa daerah yang mendaftar yaitu Kalimantan Selatan, Maluku Utara,  Sulawesi Utara dan Bangka Belitung. Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan sebagai daerah  terbanyak yang mendaftar menjadi peserta” kata Tommy. 

Dengan mengikuti pelatihan, menurut Tommy peserta nantinya akan mendapatkan akses  kelas webinar, materi pembelajaran dalam bentuk ebook, akses video pembelajaran, kuis  untuk evaluasi dan mengukur kemampuan bahasa Inggris selama program, pendampingan  oleh guru profesional dan lokal fasilitator, serta mendapatkan sertifikat penyelesaian di akhir  program.


3. Jahitin

Bila Cakap meningkatkan kemampuan SDM dari sisi bahasa dan Atourin melakukan pelatihan secara daring  bagi pemandu wisata se-Indonesia, maka Jahitin Academy  memberdayakan SDM dengan meningkatkan skill para penjahit di Provinsi NTT, khususnya di  Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Melalui workshop pengolahan limbah kain tenun, Jahitin  mengajarkan bagaimana cara mengolah limbah tenun menjadi produk yang bernilai jual,  seperti untuk membuat cushion pillow. 



Tidak hanya itu, Jahitin juga membantu para penjahit agar dapat lebih mudah mengakses  pasar. Dampaknya saat ini penjahit di Sumba sudah mendapatkan akses langsung  berhubungan dengan Dinas Perdagangan.  

“Di masa pandemi kami melakukan pelatihan kepada para penjahit, bagaimana cara  membuat masker sesuai dengan standar kesehatan yang difasilitasi oleh BAKTI dan  Kementerian Desa, dan Pemberdayaan Daerah Tertinggal. Hasilnya, para penjahit di Sumba  berhasil mendapatkan orderan membuat 5000 masker,” kata Asri Wijayanti. 

Dengan hadirnya program Dayamaya ini diharapkan akan banyak Masyarakat yang tinggal di daerah 3T ( terdepan, terluar , tertinggal ) menjadi terbantukan sehingga bisa bisa bersama – sama sukses dalam mencapai tujuan.

15 komentar

  1. Bagus banget programnya, semua bisa jadi skill bagi masyarakat dan nantinya bisa pula menjadi income buat mereka saat pariwisata sudah kembali dibuka dengan leluasa

    BalasHapus
  2. Bagus sekali program Damayama ini, semoga saja bisa membantu warga 3T, semoga progam ini juga bisa berjalan lancar

    BalasHapus
  3. untunglah ada program ini, daerah 3T tak lagi jadi anak tiri. UMKM nya bakalan bangkit dan digandeng untuk punya pasar lebih luas, Semoga segera merata seluruh Indonesia

    BalasHapus
  4. menurutku program dayamaya dari kominfo ini emang program yg sangat bermanfaat
    dgn sinergi antar start up, potensi ekonomi masyarakat 3T bisa berkembang optimal

    BalasHapus
  5. Kalau sudah mahir bahasa asing, terutama Inggris, mempromosikan wisata daerah jadi semakin mudah ya, Kak. Apalagi punya potensi daerah seperti kain tenun yang dijahit dengan kualitas tinggi. Bagus banget program Dayamaya, benar-benar memberdayakan warga di daerah 3T. Semoga makin maju dan daerah terluar ikut makmur berkat ekonomi digital.

    BalasHapus
  6. Jujur aja aku sering datang ke daerah 3T beberapa waktu, dan memang penting loh mengembangkan potensi didaerah di sana apalagi didukung dengan platform yang modern.

    BalasHapus
  7. Program2 positif seperti ini saya pikir perlu banget banyak diterapkan di berbagai daerah di tanah air. Setiap daerah punya potensi masing-masing yang unik, dan perlu dikelola sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat

    BalasHapus
  8. Wahhh keren. Salah satunya Atourin nih. Dengan pelatihan begini, akan banyak mencetak anak muda yang mau jadi pemandu wisata di Natuna. Pulau dengan pemandangan cantik yang belum banyak dikunjungi.

    BalasHapus
  9. Pelatihan seperti ini semoga terus berkelanjutan agar masyarakat daerah 3T dapat semakin kreatuf mengembangkan skill dan tentunya meningkatkan perekonomian juga kedepannya

    BalasHapus
  10. Program DAyamaya untuk pelaku umkm, statr up dan komunitas ini tentu membawa dampak baik bagi masyarakat ya kak.

    BalasHapus
  11. Semoga programnya terus berjalan sehingga masyarakat di daerah 3T tetap bisa mengembangkan diri dan potensi tak jauh beda dengan penduduk kota.

    BalasHapus
  12. keren deh program dayamaya ini, jadi turut serta mengembangakn potensi digital yang ada di daerah yaaa.. Jadi ngga cuma di kota aja yang berkembang yaa

    BalasHapus
  13. Lamaaaaa banget nggak main ke sini Kang :D
    Btw, dulu waktu awal-awal pandemi, rasanya bingung banget ya, ini gimana jadinya, gimana dengan usaha-usaha kecil, orang-orang yang kehilangan kerjaan, siapa sangka ternyata setelahnya ada banyak hal yang bisa dilakukan, salah tiganya ya kayak program-program ini ya :)

    BalasHapus
  14. hai mas... happy new year 2021.. maaf ya sebab saya baru berkesempatan untuk singgah di sini.

    BalasHapus

Mohon ketika berkomentar harap menggunakan Akun Blogger , G+,Anonymous kalau URLnya di isi dengan Nama Blog, Maka dengan berat Hati komentarnya tidak saya Posting, :)
EmoticonEmoticon